alexametrics

Guru SD Muhammadiyah Gunungpring Muntilan Ini Ciptakan Lagu di Sela Sekolah Daring

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Muntilan – Menjadi guru SD tidak menghalangi Deni Dwi Kurniawan untuk berkarya di bidang musik. Di sela waktu mengajar daring, Deni malah makin produktif. Dia telah mengunggah sebuah album berjudul “My Life” di channel YouTube-nya.

Pandemi Covid-19 menjadi momentum Deni Dwi Kurniawan untuk unjuk gigi di dunia musik. Di sela waktu luang usai mengajar daring, Deni menciptakan tujuh lagu. Kemudian dikumpulkan dalam album “My Life” yang dia unggah di channel YouTube Deni Dwika, Senin (8/11) lalu. Adapun judul lagu-lagunya, yakni My Life, Pandang Rasakan, It’s All Because Of You, Sepanjang Hidupku, Maukah Kamu?, Permaisuri Hati, dan Bila Aku Kembali.

Baca juga:  Bumbunya Sederhana, Sate Uyah Bawang Bikin Lidah Bergoyang

Ditemui Jawa Pos Radar Semarang Minggu (14/11) di kediamannya di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Deni bercerita tentang hobinya di dunia musik. Dia mengaku suka musik sejak belia. Ketika sekolah menengah, sering main band. Meskipun dengan keterbatasan fasilitas.

Pada 1997, Deni menjadi guru di SD Muhammadiyah Gunungpring Muntilan dan sejenak lupa mengekspresikan diri lewat musik. Sebab banyak kegiatan di sekolah. Namun karena ada guru-guru muda masuk dan bisa bermusik, Deni bermusik lagi. Biasanya mengisi di acara pernikahan. “Ya sebisanya. Misal bawain lagu reliji,” ujar Deni.

Album My Life miliknya pun tidak lahir secara instan. Deni telah melalui proses panjang. Awalnya, pria kelahiran 1975 ini memiliki lagu berjudul Bila Aku Kembali yang dia ciptakan untuk soundtrack film indie tahun 2000-an. Film tersebut gagal diproduksi karena suatu hal. Namun Deni masih bisa mengingat lagunya. “Saya ingat-ingat kembali lagunya. Akhirnya jadi dan saya rekam sendiri,” tutur Deni. “Seperti mengalir ke lagu-lagu berikutnya. Sampai jadi 7 lagu,” imbuhnya.

Baca juga:  Salak Nglumut Bisa Dinikmati di China, Kamboja, Thailand dan Jerman

Guru kelas 6 ini biasanya membutuhkan waktu seminggu untuk mengonsep lagu. Namun karena tidak bisa not balok maupun not angka, Deni menciptakan lagu secara manual. Merekam suaranya di HP. Setelah itu, lagu mentahan tersebut dia serahkan kepada temannya yang merupakan seorang arranger. “Dia tinggal bikin. Kadang konsep dia juga lebih baik dari angan-angan saya. Jadi sharing,” bebernya.

Dalam menciptakan lagu, Deni terinspirasi dari hal-hal di sekitarnya. Misalnya lagu yang berjudul Pandang Rasakan. Lagu tersebut bercerita tetang kesulitan orang akibat pandemi Covid-19. Namun di sana tetap ada hal yang bisa disyukuri.

Selain itu, Deni juga banyak terinspirasi musisi beken. Misalnya ketika membuat lagu “Sepanjang Hidupku”. Deni terinspirasi lagu Kerispatih yang berjudul “Sepanjang Usia”. Selain itu juga lagu “Maukah Kamu?” yang terinspirasi dari lagu RAN yang berjudul “Jauh di Mata Dekat di Hati”. (rhy/ton)

Baca juga:  Desa Bersinar Tekan Laju Narkoba

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya