alexametrics

Tetapkan Rambeanak Jadi Desa Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Desa Rambeanak, Mungkid, Kabupaten Magelang, ditetapkan sebagai Desa Digital. Hal itu dilakukan atas kerja sama Bank Indonesia dan Pemkab Magelang. Dipilihnya Desa Rambeanak karena literasi digital masyarakatnya dianggap cukup tinggi.

“Sebanyak 2.200 penduduknya sudah terbiasa pakai aplikasi Qris untuk transaksi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Minggu (31/10).

Selama ini, kata dia, masyarakat Desa Rambeanak, banyak melakukan transaksi secara daring melalui aplikasi dari Bank Indonesia. Sehingga meminimalisasi transaksi tunai. Di samping itu, Desa Rambeanak juga memiliki potensi sebagai salah satu penyokong Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur.

“Hari ini saya lihat seluruh penduduk sudah akrab dengan penggunaan teknologi digital. Tidak hanya dari kalangan menengah ke atas saja,” kata Santoso. Dalam kesempatan tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng juga memberikan dana bantuan untuk Desa Rambeanak.

Baca juga:  Disparpora Kabupaten Magelang Genjot Promo Kuliner Tradisional

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, dilaunchingnya Rambeanak sebagai Desa Digital merupakan wujud gotong royong berbagai lini untuk membangun desa.

“Di Kabupaten Magelang ada 372 desa yang harus kita maksimalkan untuk digitaliasi. Saat ini jangkauannya memang baru 25 persen. Tapi nanti Insyaallah dengan Bank Indonesia akan menjadi 100 persen,” harap Zaenal.

Kepala Desa Rambeanak, Muhammad Maftudin menuturkan, masyrakatnya sudah terbiasa dengan transaksi secara daring. Ia pun merasa bersyukur dengan dijadikannya Rambeanak menjadi Desa Digital.

“Sudah cukup lama masyarakat Rambeanak mulai melakukan transaksi secara online. Ke depan akan terus digenjot supaya semua warga bisa melakukan transaksi online,” katanya. (man/zal) 

 

Baca juga:  Ternyata Ini Fakta Video Viral Mempelai Pria Gandeng Tiga Istri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya