alexametrics

Peringati Maulid Nabi, Warga Dusun Jetak Ramai-Ramai Panggul Pisang ke Masjid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Setiap tahun di bulan Maulud, warga Dusun Jetak, Sidorejo, Kabupaten Magelang melakukan tradisi unik. Grebeg Pisang namanya.

Semua warga berbondong-bondong membawa pisang ke masjid setempat. Untuk dimakan bersama-sama pada hari ke-12 di bulan Maulud yang jatuh pada Selasa (19/10/2021).

Masjid Dusun Jetak penuh oleh warga muda sampai tua. Semua berbaur menjadi satu. Seusai acara pengajian dan pembacaan berzanji, warga datang ke masjid membawa beberapa sisir pisang dan jajanan pasar. Dibawa menggunakan baskom yang disunggi atau dipikul.

Zuhdi, sesepuh sekaligus kiai di Dusun  Jetak menuturkan, tradisi Grebeg Pisang sudah ada sejak zaman buyutnya dulu. Tradisi tersebut merupakan bagian untuk saling memberi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:  Kantor Wali Kota Dipasangi Logo TNI, Ini Penjelasan Pemkot Magelang

“Yang dibagikan semua memang serba pisang, karena meneruskan tradisi nenek moyang. Setiap Maulid Nabi pasti ada pisang,” ujar pria 68 tahun ini.

Meski warga sekitar jarang menanam pisang, namun tradisi itu tetap dilanjutkan. Umumnya warga membeli pisang di pasar untuk acara Grebeg Pisang ini.

Kebanyakan warga memakai pisang jenis ambon. Karena pisang tersebut enak dan kualitasnya bagus. “Grebeg Pisang hanya ada di dusun sini. Kalau di wilayah lain biasanya nasi,” terangnya.

Slamet Edi, kepala Dusun Jetak menuturkan, acara Grebeg Pisang memang terus dipertahankan, sudah turun temurun. Tempatnya pun sama yakni di Masjid Dusun Jetak. Setelah pembacaan berzanji, warga akan duduk di masjid sambil menikmati pisang dan jajanan pasar.

Baca juga:  Cakupan Jawa Pos Lebih Luas, Bahasanya Mudah Dimengerti

“Dulu pernah ada kejadian, dusun yang sebelah timur itu ada yang menghalangi nggak boleh bawa pisang ke masjid. Suruh ke musala. Tapi orang itu malah kesurupan. Akhirnya sampai sekarang nggak berani mengubah lagi,” jelas Slamet.

Warga pun tidak berani mengubah tradisi maupun tempat pelaksanaannya. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam Grebek Pisang kali ini, semua kepala keluarga di Dusun Jetak memberikan sedekah pisang. Jumlahnya sekitar 300 kepala keluarga.

“Setiap kepala keluarga mengeluarkan pisang dan jajanan pasar untuk acara ini,” jelasnya. (man/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya