alexametrics

Pendaki Andong yang Hilang Dua Malam Bertahan Mengandalkan Air Hujan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Devi Andi Saputra, warga Dusun Wonolobo, Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, yang hilang saat mendaki Gunung Andong ditemukan Selasa (19/10/2021) pagi. Setelah tersesat selama dua malam.

Koordinator Basarnas Unit Siaga Borobudur Basuki menjelaskan,  Andi ditemukan di semak-semak. Berjarak sekitar 200 meter dari sumber mata air. Saat ditanya, Andi mengaku saat berjalan tiba-tiba berada di semak-semak.

“Kondisinya sehat. Tidak ada luka. Cuma lemas. Dua malam kehujanan,” ujar Basuki kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (19/1/20210) siang. “Sebelum diantar pulang, dibawa ke puskesmas dulu,” imbuhnya.

Menurut Basuki, Andi bertahan dengan mengandalkan air hujan. Pasalnya, remaja berusia 17 tahun itu mendaki Andong tanpa membawa logistik. Hanya menggunakan tas slempang berisi rokok dan memakai sandal jepit.  Oleh karena Gunung Andong masih tutup, tidak ada kontrol dari petugas di basecamp.

Baca juga:  Pertama Buka, Borobudur Dikunjungi 266 Wisatawan

“Karena itu warga lokal, teman-teman basecamp juga nggak melarang. Cuma kayak main,” jelas Basuki.

Berkaca pada kejadian ini, Basuki pun mengingatkan masyarakat agar melakukan persiapan matang jika hendak naik gunung. APD, logistik, dan alat navigasi harus dipersiapkan.

Jika tersesat, pendaki juga harus berhenti. Kemudian orientasi medan, berpikir, lalu membuat rencana. “Jangan panik. Dengan tenang, kita bisa survive. Berpindah nggak apa-apa kalau sudah tahu posisi kita di mana dan terencana mau ke mana,” jelasnya. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya