alexametrics

Tabebuya Bermekaran Bikin Kabupaten Magelang Warna-Warni

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang tampak berwarna-warni. Di sepanjang pinggir jalan mulai bermekaran bunga handroanthus atau biasa disebut tabebuya. Masyarakat pun banyak yang berfoto karena dianggap mirip dengan suasana di Jepang maupun Korea.

Rabu (6/5/2021) tampak beberapa orang sedang berpose dengan latar belakang bunga tabebuya yang berwarna pink dan putih. Salah satunya adalah Jamilatun. Ia bersama tiga rekannya jauh-jauh dari Grabag ke Sawitan, Mungkid untuk berfoto. Setelah melihat di media sosial.

“Kami dari Grabag. Lihat di sosial media kok ini (tabebuya) bagus, luar biasa. Ini kayak di Korea, nggak harus k esana di Magelang ada. Luar biasa sekali,”kata Jamilatun usai berfoto di Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan, Mungkid.

Baca juga:  Terjunkan Relawan, Sebar Masker di Pasar Pagi

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, penanaman pohon tabebuya mulai dilakukan tahun 2012. Ditanam di sepanjang dari Palbapang hingga Mertoyudan. “Awal tanam sekitar 400 pohon. Untuk yang dari Palbapang sampai Mertoyudan sebagai peneduh. Kemudian dikembangkan di Muntilan, Sawitan dan lainnya,” kata Joko.

Menurutnya bunga tabebuya akan bermekaran  pada musim kemarau atau puncak kemarau tepatnya sekitar September sampai Oktober. Pohon tabebuya yang berusia empat tahun sudah bisa berbunga. Untuk saat ini pohon tabebuya yang ada di Kabupaten Magelang berbunga secara serentak.

“Kalau berbunga pada puncak kemarau atau akhir kemarau. Tahun lalu bunga nggak serentak seperti sekarang ini. Bahkan sampai ada yang daunnya rontok tertutup bunga. Ini kayak bunga sakura di Jepang,” tuturnya.

Baca juga:  Perawatan Candi Borobudur Terpaksa Gunakan Dana Saving

Kata Joko, saat ini DLH Kabupaten Magelang melakukan pembibitan di bank bibit yang dimilikinya. Pembibitan ini dilakukan untuk pengembangan, kemudian ada komunitas-komunitas yang mengajukan permintaan. “Kami membuat bank bibit tabebuya, ada komunitas-komunitas yang mengajukan permintaan,” pungkasnya. (man/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya