alexametrics

Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Sriwedari Desak Kades Mundur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Sekelompok warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Gerakan Peduli Sriwedari menggeruduk kantor Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Selasa (5/10/2021) pukul 09.30.

Jumlahnya kurang lebih 200 orang. Mereka menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyelewengan anggaran dana desa oleh Kades Sriwedari.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Renico Satya Pradenta menuturkan, penyelewengan anggaran dana desa terjadi sejak 2019/2020. Ketika tidak ada transparansi dana, seperti SPJ, yang biasanya dipublikasikan kantor desa. Pihaknya baru mengetahui ketika kecamatan melakukan monitoring dengan temuan yang menurutnya cukup fantastis.

“Banyak. Nominalnya mungkin tidak bisa disebutkan,” ujar Renico ketika ditemui usai aksi.

Melalui aksi tersebut, masyarakat menuntut agar perkara dugaan penyelewengan dana ini diproses secara hukum. Termasuk mendesak Bupati Magelang untuk menonaktifkan sementara Kades Sriwedari sampai kasus ini memiliki kekuatan hukum tetap. “Kami juga ingin kades mundur,” ucap Renico.

Baca juga:  Kasus Covid-19 Bertambah, Kembali Ketatkan Prokes

Dia menjelaskan, aksi ini dilakukan agar nominal anggaran dana yang diselewengkan tidak semakin besar. Sekaligus agar menjadi perhatian bagi kades periode selanjutnya untuk tidak melakukan hal serupa. Pasalnya, penyelewengan dana ini berdampak besar terhadap pembangunan. Baik fisik maupun nonfisik.

“Gara-gara temuan ini, dana dibekukan. Jadi menunggu masalah ini selesai,” terang Renico.

Camat Salaman Imam W. Kusuma menyampaikan, sebelumnya pihak kecamatan telah melakukan monitoring selama 14 hari. Perkara dugaan penyelewengan dana desa ini pun sedang diproses. Dikoordinasikan bersama Pemkab Magelang melalui inspektorat dan dispermades.

Imam enggan menyebutkan nominal dana yang diduga diselewengkan. Namun katanya, dana yang dikembalikan ke desa sudah ada sekitar Rp 100 juta. “Dari dugaan ini semua ada temuan. Tapi nanti lebih jelasnya di inspektorat,” ujar Imam.

Baca juga:  Bentuk Tim Satgas Pengadaan Tanah

Kades Sriwedari  Supriyati masih aktif di kantor hingga Selasa (5/10/2021) siang. Namun dirinya enggan memberikan keterangan. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya