alexametrics

Pemuda Desa Sukorejo Sulap Limbah Batok jadi Aksesori Cincin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Langkah kreatif ditempuh Yusuf Ilham Maulana, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Mertoyudan. Mendapati limbah batok kelapa tak terpakai, pemuda 26 tahun ini berinisiatif menyulapnya menjani cincin. Ide ini sudah muncul sejak dia masih berkuliah di Universitas Tidar Magelang pada 2014 lalu.

Yusuf tidak sendirian. Dia mengajak Heri, kawannya. Memanfaatkan lahan ruang sempit bekas kandang ayam, dua pemuda ini beraksi membuat karya.

Mereka tidak melakukannya saban hari. Kegiatan ini hanya menjadi sampingan. Yusuf sudah memiliki pekerjaan tetap di salah satu perusahaan jasa antar barang. “Buat kegiatan. Ketimbang hari libur mung gogok (cuma diam),” ujar Yusuf kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (3/10/2021).

Baca juga:  Bukit Rhema Curi Perhatian Wisatawan dengan Spot Baru

Yusuf pun makin bersemangat lantaran pada 2020 mendapat bantuan UMKM dari Pemkab Magelang. Nominalnya Rp 1,2 juta. Bantuan itu lantas dia gunakan untuk membeli mesin bor. Proses produksi cincinnya pun kini tidak lagi manual. “Lebih efektif. Lebih cepat, Mbak. Sehari kalau fokus bisa produksi sampai 10 biji,” terang Yusuf.

Dia kemudian bercerita. Limbah batok yang digunakan untuk membuat cincin merupakan batok sisa kelapaa yang diparut dan dijual tetangganya di pasar. Sebelum diproduksi, batok-batok itu diredam.

Selanjutnya dibuat pola sebagai acuan pengeboran. Jika sudah menyerupai bentuk cincin, batok kelapa diamplas. Agar lebih mengkilap, Yusuf dan Heri melapisinya menggunakan lem cair.

Soal pangsa pasar, Yusuf ingin menyasar semua kalangan. Oleh karena masih menjadi pekerjaan sampingan, Yusuf mengaku belum fokus mengejar omzet. Di samping untuk mengisi waktu luang dan memanfaatkan barang bekas, Yusuf juga ingin mengenalkan masyarakat akan produk berbahan limbah.

Baca juga:  Pohon Tumbang Timpa Mobil di Mungkid, Satu Luka

Pelanggan pun masih datang dari wilayah Magelang Raya. “Harganya saya bandrol mulai Rp 20 hingga 30 ribu. Kalau yang desainnya lebih rumit, lebih mahal dikit,” tuturnya. (rhy/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya