alexametrics

Batik Losari Sampai ke Singapura.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Desa Losari, Grabag, Kabupaten Magelang mulai dikenal sebagai penghasil batik tulis. Hal tersebut diinisiasi sejumlah perempuan yang tergabung dalam Yayasan Losari. Produk batik tulis yang produksi pun telah dijual ke luar daerah bahkan sudah pernah dijual ke luar negeri.

Yayasan tersebut pun telah mendirikan workshop di Desa Losari. Sebagai tempat produksi batik tulis. Maria Indrawati, koordinator Yayasan Losari mengatakan, produksi batik tersebut adalah untuk memberdayakan perempuan di sekitar yang tertarik dengan kerajinan batik. Selain itu juga untuk mengangkat potensi lokal.

Batik Losari mulai diproduksi sejak 2011. Setelah mendapat pelatihan, mengingat desa tersebut dulunya bukan penghasil kerajinan batik.  “Sekarang di workshop batik Desa Losari ada 8 orang karyawan wanita yang membuat batik tulis,” ujar Maria.

Baca juga:  Dapat Apresiasi Uang Langsung Dimasukkan Celengan

Menurutnya motif batik yang dibuat mengangkat beberapa tanaman yang ada di Desa Losari seperti kopi, lumbu, daun bambu dan lainnya. Untuk pewarnaan juga menggunakan bahan alami. Harga batik tulis Losari mulai dijual dari Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta. Tergantung ukuran dan motif.

Dalam sebulan bisa memproduksi 30 kain batik. Dikirim ke Jakarta untuk dipasarkan. “Yang memasarkan di Jakarta, dijual ke beberapa wilayah seperti Bali. Selain itu juga pernah dijual ke Singapura,” jelas Maria. Beberapa tokoh pun pernah membeli Batik Losari, salah satunya Sukmawati Sukarnoputri.

“Paling laris motif dedaunan. Kalau ciri khas Batik Losari lebih ke motif dedaunan kopi dan warna alam,” katanya. (man/ton) 

Baca juga:  SKD CPNS Kabupaten Magelang 15-22 September, Ini Titik Lokasinya

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya