alexametrics

Pengunjung Candi Borobudur Masih Sepi, Pedagang Belum Raup Untung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Meski Candi Borobudur sudah buka, para pedagang suvenir di objek wisata tersebut masih sepi pembeli. Beberapa lapak pedagang pun ada yang belum buka.

Siti Maryatin, salah satu penjual suvenir mengatakan, belum bisa meraup pendapatan lebih karena pengunjung belum banyak. Dalam sehari ia mengaku paling hanya tiga sampai empat pembeli.

Meski begitu ia bersyukur karena bisa memperoleh pendapatan setelah sebelumnya menganggur karena Candi Borobudur tutup.

“Sekarang sehari pendapatan tidak menentu. Kadang laku, kadang tidak. Kalau dirata-rata sehari paling pendapatan kotor sekitar Rp 60 ribu,” ujar Siti kepada Jawa Pos Radar Magelang,  Kamis (23/9/2021).

Ia menjelaskan untuk bisa kembali berjualan di kompleks Candi Borobudur, pedagang harus terlebih dahulu menunjukkan kartu vaksin maupun surat keterangan sehat.

Baca juga:  Tak Patuhi Proges, Warga Dukun Diberi Sanksi Tegas

Kata Siti, beberapa rekan sesama pedagang suvenir belum semua kembali berdagang. Karena suasana pengunjung masih sepi. Terlebih jam buka hanya sampai pukul 15.00.

“Saya tetap jualan biar ada pendapatan. Karena masih sepi, beberapa pedagang ada yang masih di rumah saja dan berjualan sayur di pasar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Indah, pedang suvenir lainnya. Ia mengaku sehari hanya ada sekitar dua pembeli. “Kalau yang ramai pas akhir pekan, pembeli ada sekitar empat orang,” katanya.

Menurutnya aturan yang ketat tentang vaksinasi dan harus memakai aplikasi PeduliLindungi kemungkinan membuat para pengunjung belum banyak yang datang ke Candi Borobudur.

“Ya mending lah Candi Borobudur sudah buka, jadi ada pendapatan. Daripada kemarin tutup,” jelas Indah. (man/lis)

Baca juga:  Pembebasan Lahan Rampung, Toko Buka Lagi

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya