alexametrics

Nguri-Uri Budaya ala Kelompok Seni Karawitan Cahaya Bulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, anak-anak Dusun Gejayan, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, rutin berlatih seni karawitan. Mereka berlatih untuk mengisi waktu luang setelah mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring.

Kegiatan ini diinisiasi M. Saiful AA, pemuda setempat. Dia mengaku ingin melatih anak-anak tentang seni karawitan. Kelompok seni karawitan ini diberi nama Cahaya Bulan. Pesertanya anak-anak usia sekolah dasar.

“Sejak pandemi kan sekolah dari rumah. Daripada anak-anak hanya bermain-main yang kurang bermanfaat,” tutur Saiful kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Bima, salah satu peserta, mengaku senang berlatih gamelan bersama Saiful. Siswa kelas 5 SD ini mengaku sudah setahun berlatih karawitan. “Senang. Pernah pentas ke Ngluwar,” katanya malu-malu.

Baca juga:  Terjunkan Relawan, Sebar Masker di Pasar Pagi

Saiful melatih anak-anak setiap hari usai anak-anak selesai PJJ. Mulai pukul 13.00 hingg 15.00. Mereka berlatih di gedung pertemuan pemuda setempat.

Ihwal perangkat gamelan, mereka menggunakan gamelan peninggalan kakek Saiful. Oleh karena sudah tua, sudah banyak yang rusak. “Saya perbaiki rusak lagi, rusak lagi. Kendalanya ini,” ujar Saiful.

Mahasiswa ISI Surakarta ini pun berharap Cahaya Bulan mendapat bantuan gamelan dari pihak mana saja. “Biar anak-anak semangat latihan dan melestarikan seni karawitan,” harapnya. (rhy/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya