alexametrics


Tak Beroperasi Sejak Pandemi, Perahu Arung Jeram Dimakan Tikus

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Agus Frihanto, General Manager Elo Rivers Rafting siang itu menunjukkan perahu yang rusak. Beberapa bagian dimakan tikus. Ia mengatakan kerusakan tersebut terjadi karena jarang dipakai. Sejak awal pandemi 1.5 tahun lalu, wisata arung jeram yang dikelola bersama rekan-rekanya tidak beroperasi.

Agus mengatakan, pihaknya sangat terpukul dengan pandemi dan penutupan wisata. Mereka sama sekali tidak ada pendapatan. Sehingga tidak ada biaya untuk merawat perahu serta peralatan arung jeram lainnya.

“Kami sangat-sangat terpukul karena selama pandemi sama sekali tidak bisa operasional. Jadi otomatis secara perlengkapan, maintenance akan terbengkalai. Karena sama sekali tidak ada pendapatan,” kata Agus.

Kata dia, dari 42 perahu di Elo Rivers Rafting, 14 unit mengalami  kerusakan. Mereka tidak ada biaya untuk memperbaiki. Karena satu perahu biaya perbaikannya minimal  Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. Belum termasuk pelampung yang juga rusak, sehingga daya apungnya berkurang.

Padahal menurutnya perawatan di gudang sudah sesuai prosedur. Namun saking lamanya tidak digunakan menjadi rusak. Dikatakan Agus, selama pandemi wisata arung jeram tidak beroperasi, otomatis para pemandu banyak banting setir untuk bertahan hidup. Ada yang menjadi tukang batu, penjual burung, penjual ikan dan sebagainya.

“Dengan kondisi seperti ini, kami tidak bisa menghidupi mereka (pemandu) untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami tidak bisa memberikan insentif kepada mereka,” ungkapnya. Sambung Agus jika nantinya kondisinya sudah membaik dan normal kembali, para pemandu ini akan ditarik kembali.

Padahal sebelum pandemi banyak para pengunjung di Elo Rivers Rafting.
Sungai Elo dinilai menjadi lokasi arung jeram favorit bagi pemula maupun keluarga. Terlebih lokasinya tidak jauh dari Candi Borobudur. Sebelum pandemi, rata-rata per bulan 150 unit sampai 200 perahu yang disewa.

“Sekali arung jeram, satu perahu tarifnya berkisar Rp 650 ribu sampai Rp 950 ribu. Arung jeram di Sungai Elo termasuk jalur favorit” ujarnya. Agus menambahkan pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera usai serta ada izin untuk buka. Supaya bisa para pelaku wisata bisa kembali membangun ekonomi. (man/lis) 

 

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya