alexametrics

Di Kabupaten Magelang, Hanya 20 Sekolah yang Sudah Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Dua puluh sekolah di Kabupaten Magelang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (30/8/2021). Terdiri dari jenjang SMP, SD dan TK. Dalam pelaksanaannya diadakan secara terbatas. Maksimal hanya diikuti 128 siswa per sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskbud) Kabupaten Magelang Azis Amin Mujahidin mengatakan semua sekolah mengajukan untuk PTM. Namun pihaknya hanya merekomendasikan dua puluh sekolah yang dinilai paling siap dari segi sarana prasarana maupun protokol kesehatan (prokes).

“Semua sekolah mengajukan. Yang paling siap, kami naikkan permohonan ke Satgas Covid-19 kabupaten,” terangnya. Untuk melakukan PTM ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah.

Seperti kesiapan sarana prasarana, rekomendasi puskesmas, izin orang tua, serta kesanggupan kepala sekolah taat pada prokes. Diketahui oleh kepala desa dan camat serta Satgas Covid-19 kabupaten.

Baca juga:  Senang PTM Lagi, Siswa SD 1 Ngerajek Hias Kelas dan Syukuran

“Hari ini (kemarin, Red) berdasarkan pemantauan dari Diskdikbud. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Azis. Ia berpesan kepada setiap sekolah untuk memaksimalkan prokes. Di samping itu, pihaknya juga mengarahkan kepada sekolah untuk mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa yang belum mendapat kesempatan PTM.

“Setiap kelas maksimal hanya diisi 50 persen. Untuk keseluruhan masih 128 per sekolah,” terangnya. Azis menambahkan setelah dua minggu, nantinya akan dilakukan evaluasi.

Lanjut dia, harapannya kalau ada catatan aman terkendali dan tidak ada klaster baru, maka akan ada potensi perluasan lagi. Sementara itu SMPN 1 Mungkid, salah satu sekolah melakukan PTM, memprioritaskan kelas delapan.

PTM dilakukan secara bergilir. Di tahap awal ini ada 128 siswa yang mengikuti PTM dari jumlah total 768 siswa. “Satu kelas hanya diisi 16 siswa. Total hanya separo dari jumlah keseluruhan kelas delapan yang berjumlah 256,” ujarnya.

Baca juga:  Pasar Murah Bantu Warga

Pihaknya harus kerja ekstra, melayani siswa yang PTM di sekolah sekaligus siswa yang masih belajar daring di rumah. “Kalau setelah dua minggu dibolehkan menambah siswa, kami akan menambah yang kelas delapan dulu. Untuk memudahkan pelayanannya,” ungkap Kepala SMPN 1 Mungkid Supriyanto.

Berdasarkan data dari Diskdibud Kabupaten Magelang, kedua puluh sekolah yang melakukan PTM terdiri dari delapan SMP, enam SD dan enam PAUD. Untuk jenjang SMP yakni SMP 1 Mungkid, SMP 1 Bandongan, SMP 1 Salaman, SMP 1 Grabag, SMP 2 Muntilan, SMP 1 Tegalrejo,  SMP 1 Salam, dan SMP 2 Mertoyudan.

Sementara untuk jenjang SD yakni SD 3 Bandongan, SD Kartika Mertoyudan, SDN Girirejo Ngablak, SD Muhammadiyah Borobudur, SD Terpadu Ma’arif Gunungpring, dan SD 1 Salam. Untuk jenjang PAUD yakni TK IT Riyadlush Sholihin Salaman, TK Pembina Mertoyudan. Kemudian  TK Katolik Santa Maria Sawangan, TK Pertiwi Ngablak Srumbung, TK Lestari PGRI Secang, dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal  Bandongan. (man/lis)

Baca juga:  Tumpukan Sampah TPA Pasuruan Sudah Setinggi 35 Meter

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya