alexametrics

Berawal dari Hobi, Bisniskan Pot Lukis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Kegemarannya melukis mengantarkan Aprilia Herdianti  Wardana pada bisnis kreatif. Aprilia membuat pot kaktus lukis dengan cat warna-warni. Dia memulainya pada 2015.

Mulanya April hanya sebatas melakoni hobi. Kemudian iseng mengunggah karyanya ke Instagram. Ternyata disambut antusias teman-teman kuliahnya. “Pada nanya, minta dibuatkan untuk gift wisuda,” kata Aprilia mengawali ceritanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (30/8/2021).

Mendapat pasar, Aprilia melanjutkan usahanya sampai sekarang. Tak lagi sendiri tetapi bersama suaminya, Antonius Gita Wardana. Tak lain teman seangkatannya ketika kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar Magelang.

Mula-mula Aprilia dan Anton hanya memasarkan pot secara daring. Namun pada 2020, mereka membuka toko offline di Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Meskipun penjualannya masih didominasi daring.

Baca juga:  Sempat Vakum Dua Tahun, Sirat-Siratan Sambut Ramadan Kembali Digelar

“Pasar dari Magelang masih sedikit. Kebanyakan dari Jakarta, Bandung, luar Jawa. Pernah kirim sampai Sulawesi, Palembang, hingga Kalimantan,” ujar Anton.

Aprilia melukis pot secara manual menggunakan cat khusus pot dan semen. Proses melukis dilakukan per layer demi layer. Dalam sehari, produksi bisa mencapai 25 pot. Aprilia dibantu tiga orang. Desain lukisan potnya bermacam-macam dengan sentuhan warna-warna cerah. Inspirasinya ditemukan Aprilia secara spontan.

“Saya orangnya random. Kalau tiba-tiba malam ada ide, langsung bikin sketsa. Paginya dilukis,” kata Aprilia. “Best seller-nya yang motif animal,” bebernya.

“Sebulan bisa menjual setidaknya 100 paket,” imbuh Anton.

Memang, dalam menjual pot lukis, pasangan ini mengemas dalam paket menanam. Satu paket terdiri dari pot lukis, tanaman kaktus mini, media tanam, pot plastik, pasir hias, serta intsruksi menanam. Mereka menyasar perempuan  kelas menengah ke atas. Dengan rentang usia 18 hingga 30-an tahun.

Baca juga:  Warga Terdampak KSPN Terima Sertifikat Tanah

Ihwal tanaman kaktus, Anton dan Aprilia bekerja sama dengan para petani lokal. Biasanya dari petani Candimulyo dan Kopeng. Begitupun dengan pot yang akan mereka lukis. Seringkali mengambil dari perajin di Borobudur. “Karena kami memang ingin membantu mengangkat petani maupun perajin atau UMKM lokal juga,” ujar Anton. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya