alexametrics

Hujan Abu, Warga Kesulitan Cari Pakan Ternak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Warga di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Dukun, Kabupaten Magelang kebingungan dalam mencari pakan ternak. Karena rumput di dusun tersebut terkena abu Gunung Merapi. Mengingat jaraknya dengan puncak Merapi hanya 4,5 kilometer.

“Hewan ternak kurang suka kalau makan rumput yang ada abunya. Jadinya digobyor dengan racikan bran, ketela, katul. Yang penting tetap bisa makan ternaknya,” ujar Puji Kusmanto, salah satu warga Babadan 1.

Puji terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk membeli pakan bagi tiga sapi miliknya. Ia menghabiskan uang sekitar Rp 400 ribu untuk membeli racikan bran, katul dan ketela. Campuran ini bisa digunakan untuk pakan ternak selama satu minggu lebih.

Baca juga:  Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Magelang Fokus di 25 Desa

Meski begitu, Puji tetap mencari rumput walaupun tidak banyak. Agar sapinya tetap makan rumput walaupun sedikit. Abu yang menempel di tanaman cukup tebal. Bisa mencapai setengah sentimeter, karena wilayah Babadan 1 belum turun hujan. “Rumputnya biasanya dibersihkan dulu kemudian dicuci. Tapi sapi tidak makan banyak karena kan ada bau belerangnya,” jelasnya.

Hal berbeda dilakukan oleh Habibi, warga lainya. Ia mencari jerami bekas panen padi di daerah yang tidak terdampak abu Gunung Merapi. Supaya dua sapi miliknya bisa tetap makan. Setiap hari Habibi harus turun di turun gunung untuk mencari jerami di lahan persawahan. “Biasanya cari damen (jerami) di daerah Talun, Kecamatan Dukun yang tidak terdampak hujan abu,” ungkapnya. Selain itu, ia juga memberikan racikan bran, ketela dan katul kepada ternaknya. (man/ton)

Baca juga:  Tidak Ada Cuti Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Selama Nataru

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya