alexametrics

Tertutup Abu, Tembakau Terpaksa Dipanen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid Hari Kemerdekaan RI tidak membuat sejumlah petani di Desa Krinjing, Dukun, Kabupaten Magelang merdeka. Mereka terpaksa memanen tanaman tembakau lebih dini. Dampak hujan abu Gunung Merapi, banyak daun tembakau yang layu dan mengering.

“Harusnya panennya setelah Agustus. Ini daun tembakau terkena abu, daunnya jadi tidak bagus dan kasar. Orang tani ya jadi rugi,” jelas Parto, salah satu petani tembakau di Desa Krinjing yang tengah memanen tembakau di kebunnya Selasa (17/8/2021).

Ia mengatakan daun tembakau yang terkena abu Gunung Merapi hanya laku Rp 2.500 perkilogram. Padahal kalau tidak rusak bisa mencapai Rp 7.000 perkilogram. “Hari ini yang dipetik ada sekitar 5 kuintal. Nantinya dijual ke pengepul,” ujar pria 40 tahun ini.

Baca juga:  Target Kenaikan Booster 10 Persen

Beberapa petani kemarin juga membersihkan tanaman sayur di kebun miliknya. Abu yang menutupi tanaman tersebut cukup tebal. “Ini saya bersihkan, biar abunya jatuh dari pohon. Kalau membersihkan abu di sayuran lebih mudah daripada di daun tembakau,” ujar Sarni.

Kata dia, tanaman sayur miliknya yang terdampak adalah cabai dan caisim. Menurut Sarni ketika akan dijual, buah cabai maupun caisim akan dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan abu. “Sayur yang terkena abu masih laku dijual. Tapi dicuci dulu,” ungkapnya.

Ismail, kepala Desa Krinjing menuturkan, meski desa tersebut dekat dengan Gunung Merapi namun warganya masih tenang. Mereka masih beraktivitas seperti biasa di kebun. “Saat ini warga masih tenang. Mudah-mudahan tetap aman,” jelasnya.

Baca juga:  Jam Kerja Karyawan Dikurangi

Dikatakan oleh Ismail, untuk tanaman yang paling terdampak dengan adanya hujan abu adalah tanaman tembakau. Karena kalau dijual harganya sangat rendah. “Dua hari terakhir tidak turun hujan air, sehingga tanaman petani masih ada abunya,” ungkap Ismail.

Pihaknya pun telah membagikan 4 ribu masker dari BPBD Kabupaten Magelang. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak terkena penyakit yang disebabkan abu Gunung Merapi. “Untuk ronda malam terus saya giatkan terutama di dusun yang paling dekat dengan Gunung Merapi. Untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu,” jelasnya. (man/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya