alexametrics

Sampah Masker Banjiri TPA Pasuruhan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Pasuruhan, Kabupaten Magelang menggunung. Tingginya sudah mencapai 2 meter. Sama dengan pohon kelapa di sekitarnya. Di tengah pandemi ini sampah masker memenuhi TPA tersebut. Dibiarkan menumpuk oleh para pemulung karena tidak laku dijual.

“Sejak pandemi, sampah masker banyak di TPA Pasuruhan. Akhir-akhir ini semakin banyak,” Rodiyatul, pemulung di TPA Pasuruhan. Kepada wartawan koran ini Rodiatul menunjukkan sampah masker berwarna hitam. Ia mengaku banyak masker yang masuk di TPA Pasuruhan tidak membuatnya risi. Meskipun bekas dipakai orang.

Kata dia, sampah masker tersebut terus bertambah, karena sejak awal pandemi tahun 2020 sampai 2021 dibiarkan menumpuk. “Pemulung kayak saya ngambil sampah yang laku jual. Seperti plastik, kertas, atom,” katanya sambil mengorek tumpukan sampah.

Baca juga:  Kota Semarang Komitmen Kembangkan Energi Listrik dari Sampah

Ia mengaku paling sering memungut sampah botol plastik. Karena harganya yang bagus dan sampahnya mudah didapat, satu kilo Rp 3 ribu. Hal  senada juga disampaikan Nurul Ngafiyah, pemulung lainnya. Menurutnya setiap mengorek tumpukan sampah pasti terdapat sampah masker.

Menurutnya jumlah sampah masker terus menumpuk. Terlebih TPA Pasuruhan adalah satu-satunya TPA yang beroperasi dan menampung semua sampah di Kabupaten Magelang. “Kebanyakan masker yang sekali pakai. Sampah masker dari rumah sakit banyak. Kalau masker yang kain jarang,” ungkapnya. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya