alexametrics

Disedot Dua Jam, Air Sumur Sudah Habis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Warga Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, dengan antusias membawa ember dan jeriken ke dekat poskamling, Kamis (5/8/2021) pagi. Sekitar pukul 08.30. Mereka bersiap menjemput air bersih yang didatangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang.

Menurut penuturan Bakir, salah seorang warga, saban musim kemarau atau ketika hujan jarang turun, warga Dusun Sembungan memang sering kekurangan air bersih. Kondisi ini dialami bertahun-tahun. Kini, sumur di rumah Bakir pun sudah hampir kering. “Disedot nggak sampai dua jam atau tiga jam, sudah habis,” ujarnya.

Bakir pun merasa terbantu dengan bantuan air bersih dari BPBD. Biasanya, jika kekurangan air bersih, Bakir mengambil air bersih sampai Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Kata Bakir, di sana ada sumber mata air dan boleh dimanfaatkan warga yang kekurangan air secara gratis.

Baca juga:  Ogoh-Ogoh Kembali Diarak Warga Wanurejo

Pria berusia 66 tahun itu mengambil air di Desa Ngrajek dengan menyewa truk. Tarifnya Rp 150.000. Nantinya, bak truk dipasang terpal untuk menampung air. Volumenya bisa sekitar 6.000 liter. “Itu bisa digunakan sampai setengah bulan,” kata Bakir.

Sementara itu, Kasie Logistik BPBD Kabupaten Magelang Nur Hadianta mengatakan, pihaknya men-dropping air bersih sebanyak 10.000 liter untuk Desa Kembanglimus. Dibagi ke tiga dusun, yakni Dusun Sembungan, Dusun Wonotigo, dan Dusun Gombong.

Usai dari Desa Kembanglimus, BPBD berlanjut men-dropping air bersih ke Desa Kenalan. Sebelum menurunkan bantuan ini, BPBD menerima laporan warga dan melakukan survei. Nur juga mengatakan, BPBD tidak memberi batas maksimum jatah air untuk warga. “Dikasih gratis untuk siapa yang membutuhkan,” ucapnya.  (rhy/lis)

Baca juga:  Optimalkan Kinerja TPS 3R dan Bank Sampah

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya