alexametrics

Sepi Pembeli, Modal Utang Belum Balik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Minggu (18/7/2021) Tri Subekti tengah duduk di lapaknya, menanti pembeli kambing datang. Sudah delapan hari ia membuka lapak penjualan kambing di Jalan Magelang-Jogjakarta, Mertoyudan. Ia mengaku adanya PPKM darurat membuat penjualan kambing miliknya turun drastis. Dagangannya sepi pembeli.

“Pas pandemi tahun ini cukup berpengaruh. Stok kambing masih banyak. Tidak seperti tahun kemarin,” jelas Tri Subekti kepada Jawa Pos Radar Magelang. Ia mengaku, tahun 2020 bisa menjual kambing 200 ekor lebih. Bahkan dua hari sebelum Idul Adha ia sampai kekurangan kambing.

“Sekarang ini baru laku 40 ekor kambing, padahal Idul Adha tinggal dua hari lagi,” terang wanita 50 tahun ini. Adanya PPKM darurat membuat pembeli dari luar kota jarang yang datang. Kata dia, tahun lalu banyak pembeli dari Semarang, Jogjakarta, dan Temanggung.

Baca juga:  Bocah Tewas dalam Sumur

Ia mengaku untuk saat ini belum balik modal, karena sepinya pembeli. Padahal ia sudah telanjur membeli 100 ekor kambing untuk dijual lagi. “Dua puluh satu tahun menjadi penjual kambing tahun ini paling susah. Padahal modal untuk beli kambing pakai uang utang,” jelasnya.

Tri Subekti menambahkan, untuk saat ini harga kambing masih normal. Harganya mulai Rp 2 juta sampai Rp 6 juta. Tergantung ukuran kambing. “Mudah-mudahan beberapa hari sebelum Idul Adha banyak yang laku,” jelasnya. (man/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya