alexametrics

Balkondes Terfavorit, Miliki Homestay Unik Jadi Spot Selfie

Menghidupkan Ekonomi Warga di Kawasan Borobudur dengan Balkondes (10/habis) 

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Secara geografis, Balkondes Tegalarum terletak di ujung paling barat. Dekat dengan Kecamatan Salaman. Namun, lokasinya strategis. Berada di pinggir Jalan Raya Salaman-Borobudur. Dari Candi Borobudur, jaraknya sekitar 7 km.

Di depan Balkondes Tegalarum juga terdapat dua halte bus TransJateng. Moda transportasi publik itu pula yang turut mengangkat jumlah kunjungan ke balkondes. Menurut Supervisor Balkondes Tegalarum Haryanto, sejak TransJateng beroperasi, banyak pengunjung balkondes dari Purworejo.

Balkondes Tegalarum beroperasi sejak 17 September 2018. Memiliki nama lain Balkondes Saka Pitu. Mengangkat falsafah Jawa dari kata “saka” dan “pitu”.

Saka artinya tiang, menggambarkan pendirian teguh orang Jawa dalam menjalani kehidupan. Sementara “pitu” artinya tujuh. Diangkat dari tujuh tuntunan dan nasihat orang Jawa, yakni pitutur, pituwas, pituhu, pituduh, pitungan, pituna, dan pitulungan.

Sesuai namanya, di muka balkondes terdapat tujuh saka. Tingginya sekitar tiga meter. Balkondes ini juga memiliki tujuh homestay di belakang pendopo. Namun, pendoponya hanya ada satu. Ketujuh balkondes itu memiliki bentuk unik. Berupa bangunan segitigia berstruktur serba kayu jati. Atapnya terjuntai sampai dasar bangunan. Warnanya hijau tua.

Baca juga:  Tersembunyi di Balik Pegunungan Menoreh, Jaga Privasi Tamu

“Sekilas ini seperti mengadopsi bentuk rumah adat NTT, tapi dengan modernisasi,” tutur Haryanto ketika ditemui Jawa Pos Radar Magelang di balkondes, Kamis (1/7) siang.

Keunikan bentuk homestay ini menjadi ciri khas Balkondes Tegalarum. Sekaligus menjadi daya tarik yang kuat. Bahkan, homestay ini menjadi spot selfie bagi pengunjung.

Tak sedikit pengunjung balkondes yang datang untuk sekadar berfoto di area homestay. Mereka tidak dipatok tarif tertentu. Melainkan membayar secara sukarela pada kotak amal yang diletakkan di belakang gerbang homestay. Untuk membantu biaya perawatan.

“Tapi kalau ada yang menginap, ya tidak kami bebaskan masuk demi menjaga privasi tamu homestay. Kecuali kalau ada pengunjung dari jauh, biasanya kami meminta izin dulu,” kata Haryanto.

Baca juga:  Dukung UMKM, Tiga Desa Dibantu Internet

Karena keunikannya, homestay ini mendapat tamu dari berbagai kota. Termasuk dari Kalimantan dan Sumatera. Namun, sejauh ini masih didominasi tamu dari Jakarta. Haryanto dan rekan-rekannya melakukan promosi melalui media sosial dan travel marketplace.

Berkat kepopulerannya, pada 2019 Balkondes Tegalarum meraih penghargaan di Balkondes Awards 2019. Nominasi balkondes terfavorit. Salah satu indikatornya memiliki rating tinggi.

Balkondes ini juga menawarkan paket wisata. Misalnya, wisata edukasi produksi kerajinan dari limbah plastik. “Kami bekerja sama dengan pelaku-pelaku wisata di sini,” ucap Haryanto.

Di samping itu tersedia kuliner khas. Sop saka pitu. Terdiri dari tujuh jenis sayuran. “Ada brokoli, wortel, dan semacamnya. Yang jelas, tujuh jenis sayuran,” pungkasnya. (rhy/lis)

Baca juga:  Balkondes Ngadiharjo, Areanya Luas Tawarkan Kuliner Mi Entok

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya