alexametrics

Petani Desa Margoyoso Ekspor Kemukus ke Jerman

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Ahmad Tarwiyadi, petani di Desa Margoyoso, Salaman, Kabupaten Magelang tengah sibuk membersihkan buah kemukus kering di rumahnya, ketika wartawan koran ini datang. Sudah hampir tiga tahun ia mengekspor kemukus ke Jerman. Sejak tahun 2018. Dalam setahun rata-rata ia mengirim 6 ton kemukus. Meski pandemi, penjualan kemukus masih bergeliat.

“Sebenarnya permintaan dari Jerman setahun sekitar 20 ton kemukus kering. Namun saya tidak bisa memenuhi. Sehingga hanya 5 ton sampai 6 ton saja setiap tahun,” ujar Tarwiyadi, kepada Jawa Pos Radar Magelang. Kata dia, dari ekspor kemukus, setiap tahun bisa meraup omzet Rp 1,5 miliar.

Tarwiyadi menuturkan sejak pandemi  permintaan ekspor kemukus terbilang tinggi. Untuk mencukupi permintaan tersebut, Tarwiyadi juga membeli kemukus dari petani di daerah Margoyoso dan sekitarnya. Apalagi  daerah Margoyoso dikenal sebagai desa penghasil kemukus dulunya.”Sejak dulu Desa Margoyoso terkenal sebagai penghasil rempah-rempah, terutama kemukus,” tuturnya.

Baca juga:  Ini Daftar Desa Terdampak Pembangunan Tol Jogja-Bawen

Kendati begitu, ia sempat kesulitan dalam pengiriman ketika awal pandemi. Mengingat penerbangan ke Jerman sempat ditutup. “Kalau pun ada mahal perkilo Rp 100 ribu. Sekarang sudah mulai normal. Terakhir saya ngirim tiga bulan yang lalu,” tandas Tarwiyadi.

Kata dia, kemukus yang ia kirim ke Jerman digunakan sebagai minuman penghangat badan alami. Sehingga banyak diminati. Pria yang juga ketua Gapoktan Karya Maju ini mengatakan, saat ini petani di Margoyoso semakin banyak yang menanam kemukus. Setelah ia berhasil melakukan ekspor.

“Banyak sekarang yang menanam kemukus. Karena harga dan pasarnya sudah jelas. Dari petani saya beli kemukus kering Rp 180 ribu sampai Rp 200 ribu per kilo,” jelasnya.

Baca juga:  Awalnya Sempat Dikritik karena Buat Handle Jemparing dengan Mengarang

Selain mengekspor kemukus, Tarwiyadi juga menjual beberapa rempah-rempah lainnya. Seperti jahe, lengkuas dan vanili. Menurutnya walaupun pandemi, namun penjualan terus bergeliat. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya