alexametrics

Pengiriman Patung ke Luar Negeri Macet Total

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Perajin patung di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang masih sepi pembeli. Meski pandemi sudah lebih dari satu tahun, namun tak ada tanda-tanda penjualan akan meningkat. Apalagi pengiriman ke luar negeri macet total.

“Kebanyakan permintaan patung dari luar negeri seperti Belgia, Belanda dan Jerman serta negara Eropa lain. Namun karena pandemi kami kesulitan dalam pengiriman,” jelas Kasrin Indro Prayono, salah satu perajin patung.

Kata Kasrin, untuk pembeli lokal di saat pandemi ini juga tidak ada.
Selama pandemi, Kasrin pun berhenti memproduksi patung. Karena tidak ada pesanan. Di rumahnya hanya tersisa beberapa patung patung.

Ia menjual patung buatannya, mulai harga Rp 500 ribu sampai Rp 50 juta. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Pria 80 tahun ini mengaku mulai menjadi perajin patung sejak 1959. Baginya musim pandemi ini adalah yang paling sulit. “Sebelum pandemi biasanya banyak pesanan. Terutama patung berukuran besar. Satu tahun rata-rata ada sekitar 7 pesanan,” ungkapnya.

Baca juga:  Ratusan Pemain Berebut Tempat di Tim Porprov

Karena penjualan patung sepi, Kasrin pun fokus menjual cobek dari batu.
Meskipun hasilnya tidak seberapa. Satu cobek dihargai Rp 20 ribu. “Sejak pandemi saya sudah tidak memproduksi patung. Karena nggak ada pesanan,” jelasnya.

Kendati begitu, Ia tidak beralih profesi. Apalagi ia merupakan salah satu pelopor kerajinan batu di Muntilan. Kasrin berharap pandemi Covid-19 segera usai. Supaya penjualan patung dapat bergeliat kembali. “Terakhir saya mengerjakan patung ukuran 6,5 meter di Temanggung. Itu sebelum pandemi. Setelahnya tidak ada lagi pesanan. Sudah satu tahun lebih saya tidak buat patung,” ungkapnya. (man/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya