alexametrics

Ternyata Bukan karena Share Loc, Ini Penyebab Rombongan Pengantin Salah Alamat yang Sempat Viral

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Secanggih apapun peta digital, ungkapan malu bertanya, sesat dijalan tidak boleh dilupakan. Di Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang tengah viral di media sosial rombongan pengantin asal Pemalang nyasar ke rumah Ulfa. Warga setempat yang menunggu dilamar pujaan hatinya asal Kendal.

Ini bukan soal salah share location atau share loc. Murni karena tak saling bertanya. Merasa mantap. Badalah. Ujung-ujungnya bikin geli juga. Hehehe. Nyasar.

Singkat cerita, Minggu, (4/4/2021) itu, dua warga Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang menggelar hajatan. Satu lamaran, satunya lagi resepsi pernikahan. Dua-duanya adalah pihak perempuan yang ketamon.

Maria Ulfa, adalah keponakan Aryo Suyono. Sedang menunggu rombongan Burhan, sang calon asal Kendal. Datanglah rombongan yang membawa ubo rampe. Oleh-oleh atau buah tangan. Tak berlama-lama, rombongan diterima suka cita. Dipersilakan masuk. Disuguhi minuman. Dia sempat berbisik kepada Ulfa.

Loh endi Ul calon ngantene (loh mana Ul calon mantennya)? Saya tanya gitu,” ujarnya yang juga pemilik rumah.

Ulfa pun menjawab. Bila calonnya terjebak macet. Sehingga terlambat. Aryo pun melihat tamunya foto-foto berlatar dekorasi lamaran. Ada tulisan U&B. Kejanggalan baru terasa. Kata Ari Suyono, tamu-tamunya tercengang dengan nama calon manten yang terpampang. Ia juga melihat Ulfa kebingungan tidak mengenali satupun tamunya. “Ulfa jawab, loh aku yo bingung, raono sik kenal blas (aku juga bingung, tidak ada yang kenal sama sekali),” ucap dia menirukan ucapan Ulfa.

Irvan  Bagus Santoso dan Amalia Nur Fitri menceritakan rombongan pengombyong pengantin salah alamat. (Istimewa)

Dengan penuh rasa penasaran, ia bertanya kepada tamu.”Ajeng ting pundi (mau kemana) ?  Setelah dijawab mau ke Dusun Losari, loh ini keliru,” ucapnya dengan ekspresi geli. Saat itu, suasana rumah, kata dia, riuh. Heboh.

Sambil mengelus dada, dia pun mengaku tak kuat. Antara kasihan, dan terheran-heran, mengapa bisa terjadi. “Saya nggak mentolo (tidak tega), langsung keluar rumah,” kenangnya.

Ia pun tidak tahu kelanjutannya. Hanya melihat tamu-tamunya kembali membawa buah tangan, dan keluar rumah.

Namun ia menelusuri kejadian ini. Rupanya, bermula salah komunikasi. Panitianya menghadang rombongan lamaran dipinggir jalan. Niatnya baik, supaya tidak nyasar.

Secara bersamaan, ada rombongan bus yang berhenti di Dusun Jengkol. Adalah dusunnya.  Panitia yang dipercaya mengira bahwa itu rombongan lamaran. Langsung diarahkan belok kiri, dan ditunjukkan jalan sampai ke rumah Ulfa.

Sampai di sini, belum ada komunikasi. Sebab rombongan  dari luar kota, belum saling mengenal. “Jadi bus rombongan keluarga pengantin itu sudah di share loc, titik berhentinya disitu. Nah panitia saya juga nggak tanya-tanya, langsung memberi aba-aba ke kiri,” ucapnya.

Beruntung, saat itu banyak tetangganya yang sedang pergi ziarah kubur. Suasana sekitar cukup sepi. Sehingga tak menjadi kehebohan seketika.

Namun, pengalaman nyasar ini memiliki kenangan sendiri bagi pengantin. Yakni, Irvan  Bagus Santoso  dan Amalia Nur Fitri. “Lucu sih. Merasa berkesan ada cerita ini. Kita sudah bahagia, jadi tambah bahagia, hahaha,” aku Irvan.

Awalnya, dia juga menunggu hampir setengah jam rombongan keluarganya tak segera sampai. Padahal resepsi pernikahan dijadwalkan mulai pukul 10.00. Akhirnya molor 30 menit kemudian. “Sebetulnya kejadian ini bukan salah share loc, kalau berdekatan kan titiknya kadang tidak kelihatan, tapi ada yang nyegat di Jengkol,” tutur pria 25 tahun itu.

Pihak keluarga sang istri telah menunggu rombongan dari Pemalang di dekat balai desa setempat. Sementara rombongan lamaran menunggu di jalan masuk gang sisi barat. “Hanya salah jemput saja,” ucapnya.

Sebetulnya, ada keluarganya yang tahu alamat rumah sang istri. Kebetulan duduk di kursi paling belakang. (put/bas)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...