alexametrics

Ini Asal Usul Nama Candi Asu di Desa Sengi

Situ-Situs Candi di Magelang yang Menarik Dikunjungi (2/bersambung)

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Candi Asu berada di area persawahan warga. Di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Konon, nama Asu diambil dari kata “asoh” atau “ngaso”, yang berarti berhenti atau beristirahat.

“Lidah orang Jawa mungkin gampangnya nyebut asu. Tapi ada untungnya karena orang jadi penasaran dan datang,” ujar Wahyu  juru pelihara Candi Asu, kepada Jawa Pos Radar Magelang Senin, (5/4/2021) siang.

Posisi Candi Asu menghadap ke barat. Bentuknya bujur sangkar dengan ukuran sekitar 8 meter x 8 meter. Kakinya setinggi 2,5 meter. Sementara tinggi tubuhnya 3,35 meter. Di tengah candi, terdapat sebuah sumur. Sayang, atap candi ini sudah hilang.

Candi Asu merupakan candi bercorak Hindu. Hal ini diketahui dari keberadaan arca nandi atau lembu, yang merupakan kendaraan Dewa Siwa. Dari Prasasti Sri Manggala II, Kurambitan I, dan Kurambitan II, candi ini diketahui berdiri pada abad IX. Konon, saat itu Kerajaan Mataram Kuno dipimpin Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Candi Asu memiliki relief dengan motif flora di bagian dinding-dindingnya. Bentuknya menyerupai daun sulur. Sementara di bagian depan, terdapat relief burung yang tengah memakan ikan.

Kata Wahyu, Candi Asu sering dikunjungi wisatawan sebelum pandemi Covid-19. Jumlah kunjungan per hari bisa mencapai 50 orang. Sementara sejak pandemi, akses wisata candi yang masih satu kompleks dengan Candi Lumbung dan Candi Pendem ini ditutup.

Meski demikian, perawatan tetap dilakukan. Saban hari Wahyu membersihkan candi dari lumut. Dia membersihkannya secara manual. Menggunakan sikat lantai dan sapu lidi kecil.

Tak hanya melindungi candi dari lumut, Wahyu juga melindungi Candi Asu dari ancapan hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi. Untuk itu, hingga kini Candi Asu masih ditutup plastik. Mengingat Gunung Merapi masih bertatus siaga. “Dulu pas erupsi tahun 2010 abunya sampai sekitar 5 cm,”ujar Wahyu. (rhy/lis)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...