alexametrics

TPA Pasuruhan Menggunung, Tiap Hari Tampung 121 Ton Sampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Tumpukan sampah menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) Pasuruhan, Kabupaten Magelang. Tingginya mencapai 30 meter. Meski sudah melebihi kapasitas, masih digunakan untuk menampung sampah.

Menurut petugas di TPA Pasuruhan,  satu hari rata-rata 121 ton sampah yang masuk. Sementara setiap bulan mencapai 3.700 ton. Tidak hanya sampah anorganik, tapi juga sampah organik. “Banyak juga yang masih membuang sampah organik di TPA. Kami juga kesulitan kalau harus mengecek satu per satu mobil sampah yang datang,” ujar Saevul, koordinator TPA Pasuruhan.

Saevul mengatakan, saat ini TPA Pasuruhan menjadi satu-satunya penampungan sampah di Kabupaten Magelang. Setelah TPA Klegen tidak beroperasi. Ia berharap akan ada penambahan TPA. Mengingat sampah sudah menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi di musim penghujan. “Semoga akan ada penambahan lahan untuk dijadikan TPA,” harapnya.

Baca juga:  Perketat Pengamanan Malam Tahun Baru, Lapangan Soepardi akan Ditutup

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang menerangkan, telah menganggarkan  pengadaan TPA dua kali, tahun 2017 dan 2019. Di daerah Kelegen dan Candimulyo. Namun gagal karena terkendala harga tanah. Sesuai aturan, panitia pengadaan tanah tidak boleh menentukan harga sendiri. Harus ada lembaga independen yang menjadi appraisal harga.

“Harga dari appraisal jauh dari yang diinginkan oleh pemilik tanah. Sehingga rencana tersebut gagal,” tutur Kepala DLH Kabupaten Magelang Syarifudin.

Kata dia, saat ini yang lebih terdekat pembangunannya adalah tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) regional dari pemerintah provinsi. Berada di Kecamatan Bandongan. Jika pembangunannya cepat, tahun 2023 bisa beroperasi. Menampung sampah dari Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

Baca juga:  Kasus Dana Desa Belum Tuntas, Warga Lapor Dewan

Syarifudin menambahkan, pihaknya juga tengah kembali berusaha menganggarkan pembangunan TPST di wilayahnya. Rencananya akan dianggarkan Rp 5 miliar. Harapannya 2024 bisa beroperasi. “Tapi kami tidak tahu dana yang dianggarkan terealisasi berapa. Tergantung APBD tahun 2022 nanti.  Semoga tidak terkendala terkait harga lagi,” harap Syarifudin. (man/lis) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya