alexametrics

Terkena Proyek KSPN, Minta Lapangan Kujon Diganti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pemerintah Desa (Pemdes) Borobudur tidak menolak proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur di Lapangan Kujon. Namun mereka juga tidak ingin melepas Lapangan Kujon untuk relokasi pedagang.

Pihak desa menginginkan Lapangan Kujon menjadi lahan kerja sama. Itu pun dengan syarat. Sekretaris Desa Borobudur Sanusi mengatakan, pihak desa meminta lapangan pengganti dibangun terlebih dulu.

“Kami khawatir lapangan pengganti yang dijanjikan terlupakan. Nanti kami malah disalahkan warga dan nggak punya kepastian juga,” kata Sanusi ketika ditemui Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (31/3/2021) siang.

Pasalnya, selama ini Lapangan Kujon sering digunakan untuk kegiatan sepak bola. Salah satunya oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Tama. Mereka berlatih saban Selasa, Kamis, dan Minggu.

Baca juga:  ATCS Pantau Kepadatan Lalu Lintas

Wahyu, pemilik SSB Garuda Tama, pun sudah mendengar kabar rencana proyek tersebut. Meski belum mengetahui kebenarannya, ia mengaku pasrah jika proyek akan direalisasikan.  “Kami hanya menyayangkan saja, jika fasilitas olahraga yang selama ini sudah digunakan oleh masyarakat sekitar Borobudur harus dihilangkan,” ujar Wahyu.

Oleh karena itu, Sanusi menilai pembangunan lapangan pengganti sebagai solusi. Harapannya, agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat.

Sanusi juga mengatakan, lapangan pengganti sudah disiapkan desa. Dari Lapangan Kujon, lokasinya berjarak sekitar 400 meter ke arah utara. Desa meminta lapangan tersebut dibangun. Minimal, bisa digunakan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, atau bikin kegiatan.“Lapangan pengganti itu tanah bengkok yang di masa Jepang jadi lapangan bola. Jadi memang ingin kami kembalikan lagi fungsinya,” ujar Sanusi. (rhy/lis)

Baca juga:  Ada Badut, Anak-Anak Jadi Tidak Takut Divaksin

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya