alexametrics

Sebelum Pandemi, Sehari Bisa Dapat Omzet Rp 10 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Beberapa aksesori haji dan umrah
di toko Gema Arafah, Kota Magelang masih penuh. Sejak pandemi Covid-19, jarang ada pembeli. Penjualan turun drastis, hampir 95 persen. Apalagi sampai saat ini izin pelaksanan haji dan umrah juga belum ada.

“Toko sepi, sekarang paling yang laku cuma kurma itu saja sedikit. Kalau aksesoris hampir tidak ada,” ujar Muzammil, pemilik toko Gema Arafah. Ia mengatakan sebelum pandemi satu hari bisa mendapat omzet Rp 10 juta. Sedangkan sekarang hanya Rp 200 ribu.

Kata Muzammil sebelum pandemi, beberapa aksesoris yang ramai pembeli yakni seperti pakaian haji, pakaian ihram serta oleh-oleh haji. Namun akibat pandemi, hampir semua utuh di toko dan tidak terjual. “Kami memahami yang terdampak pandemi bukan kami saja,” tuturnya.

Baca juga:  Madu, Mulanya untuk Obat, Kini Menjadi Bisnis

Walaupun pemasukan dari toko haji dan umrah hampir tidak ada, Muzammil tetap memperkerjakan empat karyawannya. Ia bersyukur masih mempunyai usaha lain. Sehingga bisa menopang operasional tokonya itu. Muzammil pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga pelaksanaan haji maupun umrah bisa berjalan kembali. Sehingga dapat membuat sektor ekonomi yang bergantung pada haji dan umrah bisa normal. (man/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya