alexametrics

Setahun Pandemi Covid-19, Kabupaten Magelang Siap Bangkit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pandemi Covid-19 melanda ketika Kota Mungkid merayakan HUT ke-36 tahun 2020 lalu. Tahun ini, pandemi masih terjadi. HUT Kota Mungkid ke-37 kembali dilaksanakan secara sederhana. Cukup dengan doa bersama dan tirakatan secara virtual pada Minggu (21/3/2021) malam.

Tahun ini masih belum ada pesta. Tidak ada lomba ataupun pentas budaya seperti tahun-tahun sebelum pandemi melanda. Namun, kini ada harapan baru. Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi menilai situasi sudah berbeda. Meskipun jumlah lebih tinggi Maret 2021 ketimbang Maret 2020.

“Maret 2020 kasus sedikit karena masih awal tapi berdampak ke psikis masyakarat. Masyarakat shock, ketakutan. Pemortalan jalan terjadi di perkampungan,” katanya dalam konferensi pers Jumat (19/3/2021) lalu.

Baca juga:  Bakso Balungan Granat Masih Ada Kesempatan Buka Kembali

Kini masyarakat Kabupaten Magelang sudah bisa beradaptasi dengan kenormalan baru. Tren angka terkonfirmasi positif Covid-19 juga mengalami penurunan. Jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit makin berkurang. Bangsal-bangsal semakin longgar. Hingga Sabtu (20/3/2021), tersisa 39 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Sementara pasien isolasi mandiri tersisa 93 orang.

Pencapaian tersebut tidak didapat secara instan. Melainkan melalui berbagai program penanganan yang dilakukan Pemkab Magelang. Menurut Nanda, program yang efektif menekan kasus Covid-19, di antaranya sosialisasi dan edukasi penanganan pandemi Covid-19 dan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Tes, tracing dan treatment,  penerapan jogo tonggo secara gotong royong. Pemberlakuan pembatasan kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan. Serta pelaksanaan operasi yustisi secara intensif bersama TNI dan Polri.“PPKM mikro juga efektif menekan angka positif Covid-19,” ujar Nanda.

Baca juga:  Kampanyekan TPS3R melalui Film Cinta

Seiring dengan penurunan angka kasus positif Covid-19, vaksinasi terus digerakkan. Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Dwi Susetyo menyampaikan, hingga 18 Maret 2021 capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 18.620. Sementara vaksinasi dosis kedua mencapai 7.889. Sasarannya meliputi tenaga kesehatan, TNI, Polri, guru, lansia, pekerja media, pelayan publik, dan pedagang pasar.

Vaksinasi ini akan dipercepat. Ke depan akan direncanakan vaksinasi massal di tingkat kecamatan. Bahkan di tingkat desa. Dwi pun mengingatkan kepada masyarakat agar disiplin dalam penjadwalan vaksinasi. Katanya, vaksinasi dosis kedua menjadi tahap penting. Untuk itu masyarakat harus lebih bersemangat.

“Sebab usai disuntik dosis kedua, tubuh akan mendapat titer antibodi yang lebih tinggi,” kata Dwi.

Baca juga:  Pemkab Magelang Tak Mau Buru-Buru PTM Penuh

Dwi juga mengingatkan tidak ada jaminan tidak tertular Covid-19 usai divaksin. Apalagi sekarang muncul mutasi baru virus korona. Untuk itu masyarakat harus bersungguh-sungguh dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Nanda mengatakan pemberian vaksin Covid-19 diharapkan dapat melindungi masyarakat dari pandemi. Selain itu membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat. Nanda pun mengimbau masyarakat untuk tidak cemas. Vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah telah diteliti dan telah melalui uji klinis. “Vaksin Covid-19 aman dan halal,” pesannya. (rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya