alexametrics

22 Rumah Rusak Disapu Angin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Bencana angin puting beliung melanda Dusun Jetis, Desa Kedungsari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang Rabu (17/3/2021). Peristiwa ini terjadi pada pukul 14.30, menyebabkan 22 rumah warga rusak. Beberapa pohon juga tumbang.

“Datangnya angin bersamaan dengan turun hujan,” ujar Ahmad Asmuni, salah satu warga Dusun Jetis yang rumahnya rusak karena angin puting beliung. Kemarin ia merapikan genting-genting yang beterbangan disapu angin.

Ia menambahkan kejadian sangat cepat, awalnya hanya hujan gerimis tiba-tiba ada angin sangat kencang disertai hujan deras. Ia memperkirakan selama lima menit angin puting beliung memporak-porandakan rumah warga. “Genting, asbes, pohon semuanya pada berterbangan,” ucapnya sembari menunjukan jalur angin yang juga merusak sawah sekitar Kamis (18/3/2021).

Baca juga:  Disapu Puting Beliung, Tiga Rumah Warga Jerakah Rusak

Fifi, warga Dusun Jetis menceritakan, angin tersebut muncul sampai sekitar 15 menit. Melihat angin yang berputar Fifi pun merasa takut, karena sebelumnya tidak pernah terjadi di wilayahnya. “Saya langsung masuk rumah bersama dua anak saya,” katanya.

Akibat diterjang angin kencang itu, beberapa atap rumahnya rusak. Genting pun berjatuhan. Beruntung usuk rumah yang terbuat dari bambu tidak patah. “Kerugian materi hampir Rp 10 juta. “Yang penting tidak ada korban,” kata Fifi, bersyukur.

Menurut Ketua RT 01 RW 01 Dusun Jetis Amin Sutontro, ada 21 rumah dan satu musala yang rusak. Mayoritas pada bagian atap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, selain di Dusun Jetis, hujan disertai angin kencang juga melanda wilayah Sukorejo, Mertoyudan. Akibatnya 2 rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

Baca juga:  PTM Tahap Kedua di Kabupaten Magelang Tambah 24 Sekolah

Kapolsek Bandongan AKP Sukardiyana mengatakan selama kejadian tidak ada korban yang mengalami luka-luka atau meninggal. Hanya kerusakan ringan pada rumah warga. Kerugian yang dialami dari kejadian ini mencapai Rp 10 juta. “Banyak rumah warga yang sebagian atapnya berjatuhan,” jelasnya. (rfk/man/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya