alexametrics

Bilik Asmara Pengungsian Disulap Jadi Tempat Isolasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Meski ditinggalkan pengungsi sejak Januari lalu, posko pengungsian Gunung Merapi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, belum juga dibongkar. Bilik-bilik asmara di dalam tempat evakuasi akhir (TEA) masih utuh. Malah digunakan untuk isolasi mandiri.

Ketua LPBDes Deyangan Sumaryatin pun masih piket di sana. Berjaga bergantian dengan relawan lain. Ketika Jawa Pos Radar Kedu datang pada Senin (22/2/2021) sekitar 13.30, dia baru saja sampai depan posko.

“Posko juga masih jalan. Ini malah ketambahan jadi posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro,” kata Sumaryatin sembari mengajak wartawan koran ini masuk.

Siang itu, posko memang tampak sepi. Kata Sumaryatin, sudah dua Senin relawan dari Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Krinjing tidak piket. Itu tak jadi masalah. Relawan dari LPBDes Deyangan sudah mumpuni.  Kedua pihak dari desa bersaudara itu juga masih rutin komunikasi.

Baca juga:  Pemkot Magelang Sewa Hotel dan Mess untuk Isolasi

Sementara itu, logistik sudah disortir sesuai tanggal kedaluwarsa. Yang sudah mendekati masanya, diserahkan ke pihak Desa Krinjing  dan dibagikan ke relawan. Bumbu-bumbu juga dikirim ke warung sebagai titipan. “Tapi mungkin minggu-minggu ini kami akan koordinasi lagi dengan Desa Krinjing. Apakah posko masih dilanjutkan atau mau ditutup,” kata dia.

Sejauh ini, Pemerintah Desa Deyangan  tidak keberatan dengan bilik-bilik pengungsi dalam gedung TEA. Pihak desa justru tertolong karena tidak repot mempersiapkan tempat isolasi terpusat untuk PPKM mikro.

Kalau pengungsi kembali, sudah disiapkan aula untuk isolasi. “Kami tetap siaga untuk Merapi dan Covid-19, tapi ya fleksibel saja, ” kata Sumaryatin. (rhy/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya