alexametrics

TPA Banyuurip Menggunung, DLH Kabupaten Magelang: Pembangunannya Sepihak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Warga Dusun Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang resah dengan adanya sampah dari Kota Magelang yang dibuang di wilayahnya. Selain telah menggunung, sampah di TPA Banyuurip juga menimbulkan bau tidak sedap apalagi di musim penghujan ini.

“Bau sampah cukup menyengat, apalagi kalau pas ada pengerukan. Selain itu juga menimbulkan lalat. Tapi ya mau bagaimana lagi soalnya rumah juga dekat dengan TPA jadi sudah risiko, paling hanya komplain terkait banyaknya lalat,” ujar Iswanto, warga Banyuurip, Tegalrejo Kamis (18/2/2021)

Jarak rumah Iswanto dengan TPA hanya berkisar 500 meter. Di musim penghujan ini dampaknya cukup dirasakan, apalagi ia juga mempunyai warung makan. Iswanto pun berharap sampah di TPA Banyuurip dikelola dengan baik agar tidak meresahkan warga.

Baca juga:  Korban Kekerasan Dirujuk ke Jogja

Marsudi, perangkat Desa Banyuurip mengatakan, dari dulu TPA Banyuurip telah digunakan untuk menampung sampah dari Kota Magelang, sejak tahun 90-an. “Saya tidak tahu kalau terkait perizinan pembuangan sampah dari Kota Magelang tersebut,” katanya.

Marsudi menjelaskan, warga di wilayahnya terdampak dengan adanya bau sampah dari TPA Banyuurip. Namun di lain sisi menjadi sumber pendapat bagi warga sekitar yang memulung.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Magelang Syarifuudin mengatakan, Pemkot Magelang dari dulu tidak pernah meminta izin membuang sampah di wilayahnya. Padahal mestinya harus meminta izin terlebih dahulu ke Pemkab Magelang. Ia juga mengatakan masalah sampah memang menjadi hal yang cukup pelik. “Pemkot Magelang secara sepihak saja membangun TPA di Banyuurip. Akhirnya yang menanggung sampahnya adalah Kabupaten Magelang,” jelasnya. (man/ton)

Baca juga:  Virus Korona Harus Dilawan Bersama

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya