alexametrics

Harga Cabai Melambung, Pedagang Kurangi Stok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Harga cabai yang melambung di musim penghujan, membuat pedagang mengurangi stok dagangannya. Mereka tidak mau mengambil risiko, khawatir akan mengalami kerugian mengingat daya beli masyarakat menurun.

“Karena harga cabai tinggi kami stoknya tidak banyak, untuk meminimalisasi kerugian. Sekarang harga cabai naik sampai 50 persen. Sehingga masyarakat tidak berani beli cabai terlalu banyak,” ujar Wahyu salah satu pedagang, di pasar sayur Muntilan Rabu (13/1/2021).

Sekarang ia hanya berani menyetok cabai maksimal 50 kilo per hari. Sementara sebelum harga cabai melambung bisa menyetok 200 kilo per hari. Menurutnya jenis cabai yang paling mahal adalah cabai rawit merah yang menembus harga Rp 65 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting maupun cabai besar harganya Rp 35 ribu per kg.

Baca juga:  Perpustakaan Buka Pelayanan Outdoor

Dikatakan Wahyu, sebelumnya saat awal pandemi harga berbagai jenis cabai hanya berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Untuk stok cabai sendiri, Wahyu memperolehnya dari petani di Kecamatan Dukun. Sementara itu, Ananto, Kasi Tanaman Sayur, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang mengatakan meski hasil panen cabai berkurang tapi ia memastikan bahwa stoknya masih mencukupi sampai bulan Maret. Menurutnya, meski musim penghujan beberapa petani masih tetap bergairah menanam cabai karena  harganya yang melambung.

“Kami berharap di Kabupaten Magelang tidak mengalami kendala terkait ketersediaan cabai. Kami sudah prediksikan jumlah produksi cabai dari bulan Januari sampa Maret antara 104 ton, 207 ton dan 309 ton. Sehingga masih mencukupi,” harapnya. (cr2/lis)

Baca juga:  Sekoper Cinta Bukti Inovasi Pemberdayaan Perempuan Jabar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya