alexametrics

Warga Merapi Khawatirkan Ternak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Masyarakat lereng Gunung Merapi di Kabupaten Magelang khawatir dengan nasib ternaknya jika terjadi erupsi. Meskipun dari pemerintah sudah mempersiapkan tempat pengungsian ternak, namun mereka masih dilema antara mengungsikan hewan ternak atau memilih menjual dengan harga murah.

“Kalau kabar yang kami terima, hewan ternak akan diungsikan ke pasar hewan Muntilan. Tapi kalau diungsikan di sana siapa yang akan mengurus terkait makanan ternak setiap harinya, bisa-bisa malah tidak terurus,” ujar Senen, salah satu warga Babadan 1, Paten, Kabupaten Magelang Senin (11/1/2021).

Senen saat ini mempunyai satu ekor sapi yang jika dijual harga normalnya sekitar Rp 11 juta. Namun sayangnya harga sapi di tengah pandemi sedang turun drastis, sehingga ia mengurungkan niat untuk menjual hewan ternaknya itu. “Dulu waktu erupsi tahun 2010 saya rugi banyak, saya jual sapi cuma Rp 2 juta, karena khawatir tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

Baca juga:  Gulirkan Raperda Sanksi Pidana Pelanggar Protokol Kesehatan

Kepala Desa Paten Sutarno menjelaskan, pihaknya telah mendata hewan ternak yang ada wilayahnya. Jumlahnya sekitar 300 sapi maupun kambing. Kata dia, Dinas Peternakan pun akan memberikan tanda berupa kalung agar hewan ternak tidak tertukar selama mengungsi. “Minggu ini hewan ternak di Paten akan diberikan tanda,” katanya.

Sutarno menambahkan, untuk armada pengangkut hewan ternak ke lokasi pengungsian juga sudah dipersiapkan. Yakni disediakan oleh Dinas Peternakan serta ada bantuan dari warga Paten yang memiliki kendaraan. Sementara untuk teknis pengurusan hewan ternak selama di lokasi pengungsian, ia belum bisa menjelaskan karena menjadi wewenang Dinas Peternakan. (cr2/mg1/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya