alexametrics

Berhenti Kulakan selama Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Para pedagang kerajinan batu yang terpusat di Jalan Magelang-Jogja, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan mengeluhkan sepinya pembeli selama pandemi Covid-19. Pendapatan mereka turun drastis. Imbasnya, kulakan barang dagangan terpaksa dihentikan.

Salah satunya, Eti. Sejak pandemi, dalam sehari belum tentu ada pembeli yang mampir ke kiosnya. Padahal sebelumnya, saban hari pasti dagangannya laku meski cobek sebiji.

“Sekarang kalau ada yang laku, uangnya dipakai buat kebutuhan harian. Sudah nggak bisa kulakan,” kata Eti kepada Jawa Pos Radar Kedu,

“Kalau produksi nisan masih jalan. Tapi pakai bahan lama. Sisa-sisa dulu. Kalau harus beli bahan lagi ya nggak mampu, Mbak. Lha wong dodolane ra payu,” imbuhnya.

Sama seperti Eti, Mulyati juga menyetop kulakan. Stok dagangan lamanya, mulai dari cobek hingga aneka patung, masih menumpuk di dalam kios.“Ini stok lama. Baru dibersihkan. Kotor. Dari kemarin menumpuk. Belum laku,” ujar Mulyati.

Baca juga:  Penjadwalan Ulang Peserta CPNS yang Positif Covid-19 Hanya Berlaku Sekali

“Nggak ada yang beli. Menderita, Mbak. Saya sampai jual gelang buat nempur (beli beras)” keluhnya. (cr3/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya