alexametrics

Sebelum Pakai Bilik Asmara, Pengungsi Wajib Tunjukkan Buku Nikah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MungkidLokasi pengungsian Gunung Merapi di Desa Deyangan, Mertoyudan, Magelang menyediakan dua bilik asmara. Kamar ini bisa digunakan untuk menfasilitasi hasrat seksual pasangan suami istri yang masih berusia produktif.

“Kita tidak tahu orang-orang di tempat pengungsian sampai kapan, sedangkan manusia kan punya hasrat seksual, makanya kami sediakan bilik asmara tersebut, entah nanti dipakai ataupun tidak,” jelas Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Desa Deyangan Eko Apriyanto Senin (16/11/2020).

Eko menuturkan sejauh ini bilik asmara yang disediakan belum pernah dipakai. Pasalnya 117 pengungsi dari Desa Krinjing saat ini didominasi lansia, ibu hamil serta anak-anak. Kendati begitu, ia tidak menampik di kemudian hari bilik asmara tersebut akan dipakai apabila status Gunung Merapi naik dan banyak pengungsi dari Desa Krinjing yang berusia produktif.

Baca juga:  TPA Banyuurip Menggunung, DLH Kabupaten Magelang: Pembangunannya Sepihak

Ruangan bilik asmara berukuran 4×6 meter dengan fasilitas alas tidur dan kamar mandi dalam. Menurut Eko, untuk bisa menggunakan bilik asmara haruslah suami istri yang sah dibuktikan dengan buku nikah maupun izin dari Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Krinjing. “Apabila sudah mendapat izin dari OPRB Desa Krinjing maka kami dari Desa Deyangan akan memberikan kunci bilik asmara,” tuturnya.

Apabila bilik asmara mulai digunakan, pengungsi yang memakai bilik asmara akan dicek kesehatannya terlebih dahulu mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. “Kita cek suhu badan dan kesehatan terlebih dahulu baru boleh masuk ke bilik asmara,” jelasnya. (cr2/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya