alexametrics

60 Ribu Jiwa Terancam Erupsi Merapi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pemkab Magelang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bersiap hadapi erupsi Gunung Merapi di tengah pandemi Covid-19. Review rencana kontingensi (rekon) digelar, mengingat ancaman bencana alam ini sangat serius.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan rekon ini untuk memperbaharui data rekon 2017. Sebab Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memberi informasi aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan.

“Sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan Pemkab Magelang,” jelas Edi dalam review rekon di pendopo kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (2/9/2020).

Menurut Edi, penanganan pengungsian sangat berbeda di tengah pandemi. Dulu para pengungsi ditampung dalam suatu tempat dan terjadi kerumunan. “Saat ini harus jaga jarak,” ujarnya.

Baca juga:  Usai Demo Tolak Omnibus Law, Sebelas Buruh Positif Covid-19

Terdapat tiga kecamatan yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III. Yakni Kecamatan Dukun, Srumbung dan Sawangan serta 19 desa. “Jumlah penduduk di tiga kecamatan ini sekitar 60.000 jiwa,” ucapnya.

Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan rekon memudahkan pihaknya melaksanakan peran, tugas dan fungsi saat terjadi kondisi darurat. Informasi BPPTKG yang diterimanya, saat ini badan Gunung Merapi mengalami penggembungan. Melihat devormasi yang terjadi, diperkirakan perilaku erupsi Merapi akan mirip dengan erupsi 2006. Ancaman jangka pendek, apabila kubah lava tumbuh mencapai volume kritis. Kemudian longsor membentuk awan panas disertai letusan eksplosif. (put/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya