Prosesi Pengambilan Air Suci dan Api Abadi Ditiadakan

234
Suasana Candi Borobudur tampak lengang dari aktivitas rangkaian perayaan hari Tri Suci Waisak 2564 BE/2020 (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Menjelang perayaan hari Tri Suci Waisak 2564 BE/2020, suasana di kawasan Candi Borobudur dan Candi Mendut justru terlihat sangat sepi. Hal ini dikarenakan adanya imbauan untuk umat Buddha agar melaksanakan sembahyang di rumah masing-masing.

Penyelenggara Bimas Buddha Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Saring, Rabu (6/5/2020) membenarkan bahwa rangkaian perayaan waisak di Candi Borobudur dan Mendut ditiadakan. Hal ini, kata Saring, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Perayaan di Borobudur dan Mendut ditiadakan. Ya alasannya masih dalam suasana Covid-19, jadi imbauan dari pemerintah karena untuk mengurangi dan memutus rantai penyebaran dari Covid-19 itu, makanya salah satunya itu,” katanya.

Saring mengungkapkan, tidak adanya perayaan waisak ini sebagaimana instruksi dari Menteri Agama dan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, bahwa untuk detik-detik waisak di Wihara masing-masing atau di rumah masing-masing. Untuk penyelenggaran di Wihara, kata Saring, pelaksanaanya dibatasi sesuai dengan anjuran pemerintah dan tidak boleh lebih dari 5 orang.

Saring menjelaskan, rangkaian pengambilan air suci di Jumprit, Kabupaten Temanggung  dan pengambilan api dari Grobogan juga ditiadakan. Selain itu, kata Saring, untuk prosesi arak-arakan atau pradaksina di Candi Borobudur juga tidak diadakan.

“Pengambilan api di Grobogan juga tidak, kemudian air suci yang ada di Temanggung juga tidak. Untuk tahun ini tidak dilaksanakan arak-arakan atau prosesi atau pradaksina di sekitar Candi Borobudur oleh umat Buddha. Semua kegiatan yang bersifat nasional atau bersifat menggerahkan massa itu ditiadakan. Jadi kalau ceramah-ceramah para bhikkhu itu live streaming,” ujarnya.

Sementara , pengurus Griya Vipassana Avalokitesvara Bojong Mendut Kabupaten Magelang yang juga panitia Waisak dari Walubi, Kentiyono membenarkan bahwa tidak ada perayaan waisak. Selain itu, kata Kentiyono, pihaknya telah menerima surat dari DPP Walubi tentang peniadaan perayaan Tri Suci Waisak.

“Biasanya DPP Walubi menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka Waisak, seperti baksos pengobatan gratis dan pemberian sembako. Kemudian sehari menjelang perayaan, di Candi Mendut diadakan persemayaman air suci dari Umbul Jumprit Temanggung serta api abadi dari Mrapen Grobogan Jateng. Serta ribuan umat Buddha dari seluruh Indonesia dan luar negri sudah hadir untuk mengikuti rangkaian acara. Namun untuk tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan ditiadakan,” bebernya.

Kentiyono menegaskan, bahwa seluruh rangkaian perayaan waisak ditiadakan untuk tahun 2020 ini. Tradisi pindapata pun, kata Kentiyono, juga ditiadakan.“Semua rangkaian waisak yang biasa dilaksanakan, untuk tahun ini ditiadakan. Umat hanya merayakan dengan ibadah di rumah masing-masing. Untuk perayaan di Wihara, hanya terbatas Bhante yang tinggal di Wihara tersebut dan pengurus Wihara saja,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Pengurus Wihara Mendut Wahyu Utomo membenarkan bahwa rangkaian perayaan waisak ditiadakan. Untuk Wihara Mendut sendiri, kata Wahyu, ada Pujabakti Tri Suci Waisak yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (7/5/2020) sore pukul 16.15.

“Wihara Mendut saja hari (6/5/2020) ini tidak ada peringatan apapun, hanya prepare buat persiapan besok. Mohon maaf, besok (7/5/2020) tertutup. Silahkan bisa via daring. Pujabakti yang besok hanya Bhante dan beberapa orang saja,” imbuhnya.

Wahyu menyebut bahwa meski rangkaian waisak ditiadakan namun makna dari Waisak harus disampaikan yakni tentang persaudaraan sejati dasar keutuhan bangsa. Dalam hal ini, kata Wahyu, sesuai dengan adanya pandemi korona pun persaudaraan dan gotong royong harus tetap digaungkan.“Perayaan waisak tahun ini memang isitimewa dan berbeda. Apalagi juga bersamaan dengan ibadah ramadhan untuk umat muslim,” ucapnya.

Sekretaris PT Taman Wisata Candi (TWC) Emilia Untari didampingi GM PT TWCB, I Gusti Putu Ngurah Sedana mengakui bahwa tidak ada perayaan waisak di Candi Borobudur. Pihaknya pun telah menerima surat dari DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) bahwa tidak mengadakan perayaan Waisak di kedua candi tersebut.

“Iya kami telah menerima surat pemberitahuan dari DPP Walubi, bahwa tahun ini tidak menyelenggarakan perayaan Tri Suci Waisak baik di Candi Borobudur maupun Mendut,” tandasnya.

Emilia menyebutkan, untuk destinasi wisata di Candi Borobudur sendiri juga masih ditutup hingga 13 Mei 2020 mendatang. Pihaknya pun, kata Emilia, masih tetap menunggu perkembangan lebih lanjut, dan akan terus mengikuti himbuauan dari pemerintah terutama pemerintah daerah. (had/bas)

 





Tinggalkan Balasan