Tanah Retak, Dua Rumah Terancam

Salah seorang petugas BPBD Kabupaten Magelang memeriksa retakan tanah yang bisa saja melebar ketika hujan deras mengguyur Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Hujan dengan intensitas sedang-lebat di Salaman Rabu (25/3/2020) menyebabkan retakan tanah pada tebing sepanjang 10 meter. Akibatnya, dua rumah warga terancam longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto menerima informasi bahwa terjadi retakan tanah di Dusun Jurang RT 6 RW 1, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. “Retakan tanah pada tebing setinggi 4 meter dengan panjang retakan sekitar 10 meter. Retakan tersebut mengancam dua rumah milik warga dengan jumlah dua KK atau delapan jiwa yang berada di bawah tebing,” katanya.

Edi mengungkapkan, retakan ini cukup berbahaya jika hujan kembali turun dengan intensitas yang sedang-lebat. Meski demikian, kedua pemilik rumah belum mengungsi mengingat kondisi masih aman.

“Namun demikian, sudah kita sampaikan bahwa harus waspada. Teman-teman BPBD dan relawan sudah siap dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

Sebelumnya pada Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 19.00 WIB terjadi longsor di Dusun Pengarengan 1, Desa Pengarengan, Kecamatan Kaliangkrik. Hujan dengan intensitas sedang-lebat sebagai pemicunya.

“Tebing setinggi tiga meter dengan lebar satu meter sepanjang lima meter longsor. Longsoran tanah menutup saluran drainase, sehingga air meluap ke rumah warga dan SDN Pengarengan,” imbuhnya.

Edi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain itu tidak ada laporan rumah rusak dalam kejadian ini. “Sudah dilakukan pembersihan oleh BPBD, relawan, pemdes dan warga sekitar,” jelasnya. (had/ton/bas)

Tinggalkan Balasan