alexametrics

ESDM Beri Enam Rekomendasi Penanganan Tanah Bergerak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Kondisi lokasi tanah bergerak Dusun Kranjang Lor, Desa Sidosari, Kecamatan Salaman yang kian membahayakan, telah dipantau Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, ESDM telah memberikan beberapa rekomendasi dalam upaya penanganan tanah bergerak tersebut.

“Melihat posisi kejadiannya daerah ini secara umum adalah yang terdiri dari batuan lapukan dari breksi vulkanik produk letusan gunung api yang tua. Dalam arti produk breksi vulkanik yang lapuk, kemudian dari posisinya berada pada batuan yang umurnya muda. Daerah ini adalah daerah endapan yang kemudian berlereng,” kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko Senin (10/3/2020) malam di sela meninjau lokasi tanah bergerak.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak melalui Metode Bercerita dengan Gambar Seri

Sujarwanto juga mengapresiasi langkah Pemda Magelang karena sudah tepat dengan mengosongkan beberapa rumah. Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada warga sekitar lokasi tentang pentingnya penataan sanitasi.

“Satu penanganan darurat yakni membongkar rumah yang membahayakan. Dua, dengan dewatering. Tiga, penataan ulang air. Kemudian, brubuh bambu (membongkar pohon bambu), membersihkan materian longsoran dan memberbaiki lereng. Itu rekomendasinya,” tandasnya.

Grafis: Yogi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto akan mengkaji beberapa rekomendasi yang diberikan oleh Dinas ESDM. Pihaknya, akan melaporkan terlebih dahulu kepada bupati agar penanganan bisa cepat dan tepat.“Kita kaji rekomendasinya, kita laporkan dulu kepada bupati. Kita juga akan menyampaikan kepada warga, agar mereka memahami kondisi yang ada,” imbuhnya.

Baca juga:  Maksimalkan Pembelian Tembakau

Edi memastikan, rekomendasi itu akan ditindaklanjuti secara lintas sektor. Edi mengakui, dalam rekomendasi tersebut ada yang bisa segera direspon seperti dewatering. Berdasarkan konsultasi dengan Dr Helmy Murwanto ahli geologi dari UPN, menurut Edi, tindak lanjut dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. (had/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya