alexametrics

WNI dalam Karantina Segera Dipulangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,  MUNGKID– Pemerintah segera memulangkan para warga negara Indonesia (WNI) yang selama ini dikarantina di Pulau Natuna ke daerah masing-masing. Sebanyak 238 WNI dikarantina selama 14 hari setelah dipulangkan dari Tiongkok karena adanya wabah virus Korona. Masyarakat diminta bisa menerima mereka yang telah dinyatakan sehat.

“Jadi kalau sekarang kembali ke masyarakat, itu dipastikan bahwa itu memang prosedur yang harus dilalui dan kembali. Kita harapkan masyarakat juga menerima apa adanya, memang sudah 14 hari dikarantina dan gak ada masalah,” kata Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di sela melakukan kunjungan kerja di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Jumat (14/2).

Saat disinggung adanya ketakutan masyarakat terhadap WNI dari Natuna yang pulang ke daerah asal, Jokowi hanya tersenyum. Jokowi meminta agar masyarakat tidak perlu takut. “Sudah, proses protokol kesehatannya dilalui kok. Terima apa adanya, tidak ada masalah,” tukasnya

Baca juga:  Simak, Presiden Jokowi Sampaikan Empat Kabar Baik soal Omicron

Dalam kunjungannya kemarin, Jokowi juga berkesempatan melepasliarkan sepasang elang jawa di kawasan TNGM Jurang Jero dan menanam pohon pule. Turut mendampingi Jokowi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Sebelum melepasliarkan elang jawa dan menanam, Presiden Jokowi lebih dulu mendapat penjelasan dan paparan dari tim anggota Dewan Riset Nasional sekaligus guru besar Universitas Gajah Mada Prof Suratman. Sepasang elang jawa berusia tiga tahun yang dilepasliarkan Jokowi merupakan hasil penyerahan warga kepada Pusat Konservasi Elang Kamojang. Elang betina bernama Rossy, sedang elang jantan bernama Abu.

Baca juga:  Festival Lima Gunung Digelar Sederhana

“Nanti kalau kita ada lagi, elang lagi, nanti dilepas lagi. Dilepas pun bukan elangnya saja, tetapi juga burung-burung yang kecil yang dipakai untuk makanan elang, ” kata Jokowi kepada wartawan usai melepasliarkan elang jawa.

Jokowi menyebutkan, kegiatan ini sebagai keinginan memulai hal-hal yang kaitannya dengan ekosistem satwa, flora fauna, juga penanaman kembali (reboisasi) di kawasan-kawasan yang rawan terhadap bencana banjir dan tanah longsor.

Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, penanaman pohon di TNGM Jurang Jero sebagai upaya perlindungan lingkungan, baik di kawasan hutan negara maupun di kawasan masyarakat. Lokasi TNGM Jurang Jero dikelilingi oleh 30 desa dengan ditanami pepohonan yang relatif besar namun pada tanah bagian bawahnya kosong. Sehingga harus dilakukan pengayaan tanaman, seperti melakukan penanaman tumbuhan di bagian tepi sehingga dapat memperkuat kontur tanahnya.

Baca juga:  Sendang Kamulyan Jadi Objek Wisata

“Kenapa harus kuat, karena di bawahnya ini banyak desa dan permukiman sehingga dikhawatirkan akan terjadi longsor. Inilah yang harus diwaspadai dan dijaga,” ungkapnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menegaskan, pelestarian lingkungan sangat penting untuk kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Bagi Zaenal, apa yang dimulai oleh Presiden, selain mencegah terjadinya bencana juga untuk tersedianya ruang hijau. “Pemerintah Kabupaten Magelang sangat mendukung dan akan terus mendorong kegiatan seperti ini, terutama untuk melestarikan lingkungan, baik flora dan fauna, tumbuh-tumbuhan, serta merawat ketersediaan air bagi masyarakat,” jelasnya. (had/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya