Peralatan Bencana dan Personel Harus Siaga

104
CEK PERALATAN : Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana didampingi jajaran Forkompimda mengecek kelengkapan peralatan penanggulangan bencana. (Dokumentasi Humas Pemkab Magelang)
CEK PERALATAN : Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana didampingi jajaran Forkompimda mengecek kelengkapan peralatan penanggulangan bencana. (Dokumentasi Humas Pemkab Magelang)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Potensi bencana di Kabupaten Magelang semakin terlihat di musim penghujan saat ini. Untuk itu, segala peralatan dan seluruh personel disiapkan sebagai antisipasi menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

“Bencana itu seperti memadamkan api. Kalau di awal masih mudah dipadamkan, tetapi kalau sudah besar akan sangat sulit ditangani,” kata Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di halaman Setda Kabupaten Magelang, Senin (13/1).

Edi menuturkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, prakiraan musim penghujan di wilayah Kabupaten Magelang tahun 2019-2020 dimulai pada Desember 2019, dengan puncak musim penghujan pada bulan Januari dan Februari 2020. Bahkan awal tahun 2020, bencana tanah/talud longsor, angin kencang, retakan tanah, dan pohon tumbang sudah lebih dulu terjadi di beberapa titik wilayah Kecamatan Tempuran, Salaman, Borobudur, Tegalrejo, Sawangan, Ngablak, Kaliangkrik, Kajoran, Bandongan, Grabag, dan Mertoyudan. “Memasuki musim penghujan ini, maka kesiapsiagaan terhadap bencana harus lebih ditingkatkan,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto memaparkan, apel gelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana ditujukan untuk mengecek kesiapan dalam menghadapi bencana geometeorologi, yang bisa terjadi kapan saja ketika musim hujan. Berdasarkan data yang dimilikinya, tahun 2019 lalu telah terdapat 557 bencana di seluruh wilayah Kabupaten Magelang. “Angka ini menunjukan bahwa masyarakat harus waspada dan tangguh terhadap bencana. Dari 557 kejadian, bencana tanah longsor dan angin kencang yang paling mendominasi,” jelasnya. (had/vie/ton)

Tinggalkan Balasan