alexametrics

Kabupaten Magelang Darurat Bencana

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Pemerintah Kabupaten Magelang menetapkan status darurat bencana atas musibah angin kencang yang melanda 7 kecamatan Minggu (21/10). Status ini diberlakukan mengingat ekskalasi kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Kerusakan menimpa 1.335 rumah, satu sekolah, satu masjid, serta lebih dari 2.682 warga mengungsi.

Dari data yang dihimpun BPBD Kabupaten Magelang, wilayah yang terdampak puting beliung meliputi Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin Selasa (22/10) ditemui di Grand Artos Magelang menyampaikan keprihatinannya dengan bencana tersebut. “Status darurat karena ekskalasinya cukup besar dan kondisi yang cukup besar. Dengan status darurat bencana ini, nanti agar bisa mengambil langkah strategis,” katanya.

Baca juga:  Cegah Longsor Tanam Vetiver

Pihaknya akan menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan. “Kemungkinan bisa diperpanjang. Kita akan melihat situasi di lapangan. Bencana yang terjadi ini, cukup berbeda dengan angin-angin kencang yang terjadi sebelumnya. Karena terjadi cukup panjang waktunya, dari malam sampai pagi hari. Sehingga hal ini perlu penanganan khusus. Komunikasi khusus dengan BMKG,” bebernya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto menyebutkan angin kencang terjadi hampir 24 jam. Jam 18.30 hingga 10.00 pagi.

Untuk Kecamatan Pakis, sebanyak 903 rumah rusak dan 2.931 jiwa mengungsi, Kecamatan Sawangan 370 rumah rusak dan satu bangunan sekolah rusak. Kecamatan Kajoran sekitar 10 rumah atapnya berhamburan, Kecamatan Ngablak 50 rumah rusak dan delapan KK mengungsi, dan Kecamatan Tegalrejo 12 rumah rusak.

Baca juga:  Open Tournament Bangkitkan Olahraga Voli

“Dari ketujuh kecamatan ini yang paling parah di Kecamatan Pakis di Desa Ketundan. Di Desa Ketundan ini paling tidak ada 706 rumah yang rusak baik ringan dan berat. Untuk di Ketundan, kita buka dapur umum sehingga perlu logistik. Dapur umum kita buka selama 2 hari ini,” ujarnya.

Edi menyebutkan, pihaknya kemarin menggelar rapat khusus bersama seluruh dinas terkait guna menentukan arah kebijakan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Tadinya kita akan tetapkan status darurat selama tiga hari. Namun kondisinya tidak memungkinkan karena proses assasment saja butuh waktu tiga hari hari. Belum nanti logistik dan lain-lain,” sebutnya.

Untuk kebutuhan pengungsi, pihaknya telah membangun dapur umum dan juga menyalurkan air bersih di beberapa lokasi pengungsian. Terkait dengan masa tinggal pengungsi, Edi mengaku belum mengetahui secara pasti waktunya.

Baca juga:  Sampah dari Jogja Masuk ke Muntilan

“Kalau secara cuaca memang sudah aman. Tetapi kan masalah tempat tinggal ini yang belum tahu. Karena rusaknya seperti apa, maka belum tahu aman atau tidak,” tukasnya. (had/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya