Pedagang Ingin Segera Jualan Lagi

326
LUDES : Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana meninjau lokasi Pasar Mungkid yang terbakar Kamis (17/10) malam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
LUDES : Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana meninjau lokasi Pasar Mungkid yang terbakar Kamis (17/10) malam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Puluhan pedagang Pasar Blabak Kabupaten Magelang berduka. Kios dan barang dagangan mereka ludes. Api membakar tiga los kios dan tempat jualan lesehan, Kamis (17/10) malam. Mereka ingin bisa segera jualan kembali.
Police line masih dipasang Polres Magelang di pintu masuk Pasar Blabak, Jumat (18/10). Pedagang dilarang masuk lokasi dalam pasar meski untuk melihat atau mengambil barang dagangan yang tersisa.

Salah satu pedagang beras, Juwarni mengaku, sebelumnya telah menyetok beras dalam los yang terbakar. Ia berharap pemerintah bisa segera membuat pasar darurat, supaya bisa berjualan kembali. “Saya Kamis pagi nyetok beras sekitar 4 kuintal. Grobok di dalam juga terbakar. Kalau uang sekitar Rp 500-an ribu. Inginnya ya bisa berjualan kembali di pasar sementara,” akunya.

Beberapa pedagang yang los atau tempat jualannya tidak terbakar, terlihat berjualan di emperan pinggir jalan depan pasar. “Los di dalam aman nggak terkena kebakaran. Hari ini nggak boleh masuk dipasangi garis. Ini pisang kalau nggak dijual busuk, jadi jualan di sini,” kata salah satu pedagang buah, Nur K.

Pasar Blabak terbakar hebat pada Kamis (17/10) sekitar pukul 19.45 WIB. Sekitar 16 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 2 jam kemudian. “Awalnya di wilayah sekitar pasar sedang mati listrik jam 19.30, setelah itu api terlihat ada kobaran kecil. Api kecil, terus besar, karena hembusan angin kencang,” katanya. Di dalam pasar memang terdapat ratusan kios dari kayu yang mudah terbakar.

Pemerintah Kabupaten Magelang segera menyiapkan pasar darurat untuk para pedagang. Saat ini Pemkab sedang melakukan kajian untuk melakukan langkah-langkah berikutnya. “Ini baru akan kita rapatkan. Kalau memang nanti kita bangun secara keseluruhan pasti kita buatkan penampungan. Kebetulan anggaran baru masuk ke dewan kan masih punya kesempatan untuk direalisasi di 2020, kita bangun sekalian karena memang secara fisiknya pasar ini sudah tidak layak lagi,” kata Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, didampingi Camat Mungkid, Sukamtono saat meninjau lokasi kebakaran kemarin.

Edi menyebutkan, untuk jumlah los yang terbakar sesuai dengan pendataan terakhir, ada tiga los dengan 90 pedagang. Sedangkan untuk lokasi pedagang lesehan, masih dilakukan pendataan.

“Kalau kerugian Rp3 miliar itu bangunannya saja, sedangkan dagangan belum dihitung. Pasar darurat harus kita buatkan supaya ekonominya jalan, kasihan,” sebutnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang Asfuri menjelaskan, sekitar 30 persen pasar terbakar. Pasar Blabak selama ini diisi 582 pedagang. Sedangkan yang terdampak dari musibah ini ada sekitar 90 orang.

Camat Mungkid, Sukamtono mempunyai pandangan untuk lokasi tempat penampungan sementara bisa ditempatkan di Lapangan Jetak, dekat dengan SMPN 1 Mungkid. “Secara lokasi tepat, nantinya tergantung dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM saja,” ucapnya. (had/ton)