1,5 Tahun jadi Budak Nafsu Ayah

455

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Sungguh tragis nasib seorang remaja usia 16 tahun di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang ini. Remaja putri yang duduk di bangku kelas 9 SMP ini menjadi korban nafsu bejat ayah kandungnya sendiri. Selama 1,5 tahun, ia disetubuhi hingga enam kali.

Perbuatan tersangka baru terbongkar ketika korban yang merasa tertekan dan melapor ke Polsek Srumbung. Polisi yang mengetahui laporan ini, kemudian melakukan penyelidikan dan langsung menangkap pelaku di rumahnya.

Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso saat gelar perkara di mako setempat mengatakan, kasus ini merupakan pidana persetubuhan dengan anak atau inses. Polisi mendapatkan laporan ada suami istri yang mempunyai anak, dan si anak perempuan dipaksa untuk bersetubuh.

“Kemudian suami istri ini bercerai, dan hak pengasuhan anak dipegang oleh bapaknya. Pada saat itu dilakukan kembali persetubuhan sehingga si anak ini menjadi beban mental, sedih. Akhirnya dia ditemani oleh teman sekolahnya melaporkan kepada pihak kepolisian, dan dari situ awal melakukan penyelidikan,” katanya, Rabu (9/10).

Pungky menjelaskan, persetubuhan ini sudah terjadi sejak awal tahun 2018. Dari pengakuan korban, persetubuhan dilakukan selama enam kali. Sekali dilakukan saat ayah dan ibunya belum bercerai dan sisanya setelah bercerai. “Perbuatan yang dilakukan tersangka di rumahnya,” tandasnya.

Tersangka melakukan perbuatan tak senonoh tersebut dengan mengancam korban.
Awalnya, pelaku mengajak korban bersetubuh saat masih dalam ikatan pernikahan dengan istrinya (ibu korban). Pelaku mengajak bersetubuh korban di rumah ibu korban dan mengancam agar korban tidak memberitahu ibunya jika sudah disetubuhi.

“Pelaku dan ibu korban bercerai, kemudian korban ikut pengasuhan pelaku selaku Ayah kandungnya. Saat tinggal di rumah pelaku, korban mengalami persetubuhan lagi,” tegasnya.

Pungky memastikan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. “Kemudian untuk korban sendiri saat ini mendapatkan pendampingan. Semoga bisa cepat tertangani dengan baik kondisi kejiwaan korban,” bebernya.

Sementara, tersangka mengaku perbuatan bejat tersebut dalam kondisi mabuk karena meminum tuak. “Saat itu, saya mabuk minum tuak habis 2 botol. Saya tidak sadar,” akunya.

Tersangka dalam gelar perkara membantah telah menyetubuhi korban sebanyak enam kali. Menurut perhitungannya, ia hanya lima kali berbuat. Saat sebelum bercerai dengan istrinya, ia melakukan dengan korban sekali, kemudian setelah cerai empat kali. “Saya menyesal. Saat melakukan dua kali dalam kondisi mabuk, sedangkan lainnya tidak,” ujarnya. (had/ton)