Status Darurat untuk Merbabu

295
TANGGAP DARURAT : Api yang membakar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu hingga Jumat (13/9) belum bisa dipadamkan.(DOK BPBD KABUPATEN MAGELANG)
TANGGAP DARURAT : Api yang membakar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu hingga Jumat (13/9) belum bisa dipadamkan.(DOK BPBD KABUPATEN MAGELANG)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID– Kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu belum bisa dipadamkan. Bahkan api terus meluas hingga masuk 3 wilayah kabupaten, Magelang, Boyolali dan Semarang. Pemerintah Kabupaten Magelang menetapkan status darurat terkait kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Kita sudah menetapkan status darurat. Mulai tanggal 11 September untuk tujuh hari ke depan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Magelang Edy Susanto di Pos Lapangan Penanganan Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu, Basecamp Suwanting, Desa Banyurojo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jumat (13/9).

BPBD telah mendirikan dapur umum di Basecamp Suwanting untuk menyuplai logistik penanganan pemadaman. Di Dusun Suwanting juga didirikan posko tanggap darurat sebagai tempat koordinasi upaya pemadaman. Sebanyak 180 personel sudah diberangkatkan dari posko Suwanting untuk membantu pemadaman. Selain itu ada juga tim yang diberangkatkan dari Wekas dan Grenden Kecamatan Pakis.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Supranowo menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan di Gunung Merbabu.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Nurpana Sulaksono mengatakan, kebakaran mulai diketahui Rabu (11/9) dan sampai kemarin belum bisa dipadamkan. Kondisi lereng Merbabu yang terdiri dari sabana kering dan tebal membuat api sulit dipadamkan. Apalagi didukung faktor cuaca yang panas membuat api cepat berkobar. “Hari ini (kemarin, red) mulai untuk penyisiran dan membuat sekat di lokasi-lokasi yang masih terjadi kebakaran,” ujarnya. (*/vie/ton)