Harga Cabai Semakin Mahal

545
NAIK TAJAM : Harga cabai rawit merah atau cabai pedas di beberapa pasar di Magelang pada musim kemarau ini naik tajam. (Fitriya Ningrum/Naila Nihayah for RADARSEMARANG.ID)
NAIK TAJAM : Harga cabai rawit merah atau cabai pedas di beberapa pasar di Magelang pada musim kemarau ini naik tajam. (Fitriya Ningrum/Naila Nihayah for RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID–Memasuki musim kemarau, harga cabai rawit merah atau cabai pedas melonjak naik hingga menembus angka Rp 75.000 per kilogram dari semula Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan ini akan terus terjadi lantaran masih minimnya pasokan cabai.

Di Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang, harga cabai rawit merah pedas dari kisaran harga normal pasaran sekitar Rp 45.000 menjadi Rp 75.000 per kilogram, cabai keriting merah dari kisaran Rp 50.000 kini Rp 55.000 per kilogram, dan cabai keriting hijau dari harga Rp 30.000 naik jadi Rp 35.000, sedangkan cabai rawit hijau tetap Rp 60.000 per kilogram.

Para pedagang mengaku tidak begitu mengetahui penyebab naiknya harga cabai. Kenaikan ini sudah terjadi sejak seminggu lalu dan harga tinggi ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Melejitnya harga cabai diperkirakan karena tidak adanya panenan dari wilayah setempat.

“Di sini tidak ada panenan, hanya datang pemasok cabai yang berasal dari Wonosobo dan Temanggung,” kata salah satu pedagang cabai di Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang, Ismawati, 50, Kamis (1/8).

Meski demikian, kata Ismawati, naiknya harga cabai tidak membuat konsumen berkurang. Para konsumen, rata-rata hanya mengurangi porsi dalam pembelian cabai. “Pembeli hanya membeli sedikit-sedikit, biasanya seperempat, atau satu ons,” keluhnya.

Pedagang yang lain, Sri Sudarni, 57, mengatakan hal yang sama. Dirinya akhirnya menjual dengan bungkusan kecil agar pelanggan bisa tetap membelinya. Misalnya harga satu ons cabai rawit pedas mencapai sekitar Rp 8.000, sedangkan seperempat menjadi Rp 18.000. “Kalau ada pembeli yang membeli cabai seharga seribu, saya hanya memberi 4 biji cabai saja,” ujarnya.

Kondisi tersebut tejadi juga di Pasar Borobudur Kabupaten Magelang dan Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Borobudur, Noisah, 65, warga Tingal Kulon, Wanurejo, Borobudur, naiknya harga cabai biasanya memang terjadi pada musim haji atau bulan besar.

“Karena banyak yang mengadakan acara dan banyaknya kebutuhan cabai. Namun persediaannya sedikit karena tidak ada pasokan cabai dari daerah Borobudur sini,” tuturnya.

Salah satu pedagang di Pasar Rejowinangun Yekti, 50, mengungkapkan kenaikan harga ini mulai dari minggu lalu. “Naik karena ga ada barangnya,” tambah Yekti. (mg3/mg4/mg5/had/ida)