Fakta-Fakta Timsus Mabes Polri Datangi Rumah Sambo di Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Rombongan tim khusus (Timsus) Mabes Polri memdatangi salah satu rumah di Cempaka Residence, Dusun Sarangan, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang Senin (15/8). Kedatangan timsus ini diduga terkait penyelidikan kasus mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdi Sambo.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang  di lokasi, awak media sudah berada di depan komplek perumahan sejak pukul 08.00 WIB. Lokasi yang diduga pernah disambangi oleh Sambo dalam merencanakan pembunuhan Brigadir J saat di Magelang tampak dijaga ketat oleh satpam dan pihak kepolisian.

Sekitar pukul 15.32 rombongan timsus tiba di komplek perumahan Cempaka Residence. Usai masuk ke perumahan, gerbang kembali ditutup rapat. Selain warga setempat, tidak ada yang diizinkan masuk. Bahkan kurir pun hanya diizinkan mengantar barangnya sampai ke pos satpam.

Keberadaan timsus dan mobil Inafis Polda Jateng di kompleks perumahan tersebut berlangsung kurang lebih selama empat jam. Suasana hujan deras turut mengiringi proses penyelidikan. Hingga pada akhirnya timsus keluar dari komplek peeumahan sekitar pukul 19.10. Saat ditanya oleh awak media tak ada satu kata pun keluar dari pihak timsus.

Baca juga:  Balapan Tamiya, Senang dan Menantang

Tak banyak yang tahu kalau Irjen Ferdy Sambo memiliki rumah di perumahan elite kawasan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Ketua RT 7 RW 8, Dusun Sarangan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Joko Sutarman pun tak mengetahui rumah tersebut milik Sambo.

“Setahu saya loh, masih punyanya Pak Idham Aziz (mantan kapolri, red). Kalau dipindahtangankan, nggak tahu,” akunya.

Kemarin, Joko ikut menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan oleh timsus. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari data tambahan terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Sambo. “Saya cuma di luar bersama Kapolres Magelang. Hanya timsus yang masuk ke setiap ruangan,” katanya.

Dikatakannya, setiap ruangan rumah dua lantai bernomor 3C itu digeledah oleh timsus dan Inafis. Mulai dari memeriksa kamar hingga setiap sisi ruangan. Tidak ada yang memakai seragam polisi kecuali kapolres dan kapolsek. “Saya lihat ada sesuatu yang dibawa tapi saya tidak tahu persis. Dibawa masuk barang beserta alatnya di koper,” terangnya.

Baca juga:  Prajurit Taruna Blasteran Perancis Lulus Pendidikan

Dari penuturan pria 70 tahun itu, penjaga di rumah tersebut memang sudah berganti. Namun ia ingat, saat rumah itu dijaga dan dirawat oleh orang kepercayaan Idham Azis, ia akrab. “Suka komunikasi, suka guyon-guyon. Sekarang penjaganya ganti, saya sudah nggak tahu,” imbuhnya.

Setahunya, rumah tersebut adalah rumah pribadi Idham Azis sejak masih bertugas di Sulawesi. Dan kondisi saat ini, tidak ada yang mencurigakan. “Tahu kita, aman, aman, aman,” ucapnya.

Joko menambahkan, sejak kabar pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo, tidak ada aktivitas yang mencolok di rumah tersebut. Bahkan tak ada anggota polisi yang menemuinya. “Nggak ada. Nggak ada yang nemui atau apa,” ucapnya.

Sejak kasus pembunuhan Brigadir J semakin terang, ia baru mendengar kabar, bahwa rumah itu disebut-sebut milik Irjen Ferdy Sambo. “Saya baru tahu kemarin setelah jadi geger itu. Tapi saya tahunya itu punya Pak Idham Azis,” ungkapnya.

Baca juga:  Sudah Kuburkan 250 Jenazah, Terkadang tanpa Dibayar

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi mengatakan, Polda Metro Jaya telah meminta rekaman CCTV dari ATCS di simpang Trio (depan Artos Mall) dan simpang Kebonpolo. Rekaman yang diminta spesifik pada 8 Juli mulai pukul 07.00 sampai 11.00. Diketahui, rombongan mobil yang ditumpangi Brigadir J dan Putri Candrawathi terekam CCTV milik Dishub Kota Magelang, ketika melintasi Kota Magelang.

Permintaan ini diajukan pada Minggu (24/7). Katanya untuk keperluan penyidikan dan penyelidikan kasus kriminal. Namun Candra tidak tahu menahu, jika rekaman yang diminta itu erat kaitannya dengan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Selama ini, permintaan rekaman CCTV dari kepolisian tidak dijelaskan secara rinci untuk mendalami kasus apa. Dishub juga enggan menanyakan hal itu. “SOP kami begitu, tidak akan melampaui kewenangan kami. Karena penyidikan dan penyelidikan bisa dikatakan rahasia, sehingga kita tidak menanyakan ke sana,” jelasnya. Setelah penyerahan rekaman itu pun, tidak ada komunikasi lebih lanjut dengan kepolisian. (mia/put/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya