alexametrics

Dishub Beri Rekaman CCTV ke Polda Metro

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi mengaku Polda Metro Jaya meminta rekaman CCTV dari ATCS di simpang Trio (depan Artos Mall) dan simpang Kebonpolo. Rekaman yang diminta itu spesifik pada 8 Juli mulai pukul 07.00 sampai 11.00.

Permintaan ini diajukan pada Minggu, (24/7). Untuk keperluan penyidikan dan penyelidikan kasus kriminal. Namun Candra tidak tahu menahu, jika rekaman yang diminta itu erat kaitannya dengan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. “Disebutkan untuk penyidikan iya, tapi untuk kasus apa tidak pernah,” ungkapnya.

Selama ini, permintaan rekaman CCTV dari kepolisian tidak dijelaskan secara rinci untuk mendalami kasus apa. Dishub juga enggan menanyakan hal itu. “SOP kami begitu, tidak akan melampaui kewenangan kami. Karena penyidikan dan penyelidikan bisa dikatakan rahasia, sehingga kita tidak menanyakan ke sana,” jelasnya.

Baca juga:  Film Horor Makmum 2 Dapat Sambutan Hangat Penonton di Magelang

Ia cerita, kedatangan Polda Metro Jaya pada waktu itu didampingi Polres Magelang Kota. Selanjutnya, ketika surat tugas untuk permintaan rekaman CCTV ditunjukkan, pihaknya langsung gerak cepat. “Hari itu juga langsung kami layani,” imbuhnya.

Diketahui, rombongan mobil yang ditumpangi Brigadir J dan Putri Candrawathi terekam CCTV milik Dishub Kota Magelang, ketika melintasi Kota Magelang. Sebelum akhirnya Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E.

Sementara itu, tersiar kabar Irjen Ferdy Sambo — otak di balik kematian Brigadir J memiliki tempat tinggal di perumahan elite kawasan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Namun warga sekitar tidak tahu.

Ketua RT 7 RW 8, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Joko Sutarman pun tak mengetahui berita itu. Pasalnya tidak pernah ada yang laporan. Setahu dia, rumah itu masih dimiliki mantan Kapolri Idham Azis. “Setahu saya loh, masih punyanya Pak Idham Aziz. Kalau dipindahtangankan, nggak tahu,” akunya.

Baca juga:  Gudang Tembakau Jadi Galeri Lukisan

Dari penuturan pria 70 tahun itu, penjaga di rumah tersebut memang sudah berganti. Ia kerap berkeliling memantau keamanan sekitar. Termasuk di perumahan elite tersebut. Dia menambahkan, sejak kabar pembunuhan Brigadir J, tidak ada aktivitas yang mencolok di rumah tersebut. Bahkan tak ada anggota polisi yang menemuinya. Sejak kasus pembunuhan Brigadir J semakin terang, ia baru mendengar kabar, bahwa rumah itu disebut-sebut milik Irjen Ferdy Sambo. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya