Keberagaman di Alun-Alun Kota Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Kota Magelang mengadakan Walking Tour Jejak Sejarah Moderasi Beragama di Jantung Kota Magelang Sabtu (6/8). Peserta diajak berkeliling ke empat rumah ibadah sekitar Alun-Alun Kota Magelang.

Empat tempat peribadatan yang dikunjungi yakni Kelenteng Liong Hok Bio, GPIB Beth-El, Gereja St. Ignatius, dan Masjid Jam’i Kauman. Perjalanan diawali dari titik kumpul di Gedung Lokal Budaya Adiwiratmoko, Kota Magelang.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Muhammad Nafi, mengatakan, alasan diadakan kegiatan ini tentu saja untuk memperkenalkan Kota Magelang dari segi sejarah. Apalagi Magelang, terutama Alun-alun Magelang yang mengumpulkan tempat-tempat ibadah dalam satu kompleks ruang dan tempat, berbagai peristiwa-peristiwa penting, khusus dan luar biasa.

Baca juga:  59 Orang Masih Diperiksa

Dijelaskannya, Magelang dalam perkembangannya dibentuk oleh kawasan bersejarah yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Terdiri atas elemen-elemen lama bernilai historis maupun elemen baru yang tidak mempunyai nilai historis.

Termasuk dalam keragaman suku dan agama. Jejak keragaman suku bahasa dan agama terlihat dari bangunan-bangunan ibadah di seputar Alun-alun Magelang. “Keragaman ini menjadi suatu hal yang unik ketika kita melihat seputaran alun-alun dikelilingi empat rumah ibadah,” ujarnya.

Ruang ibadah seperti, kuil, klenteng, masjid, dan gereja adalah sebuah ungkapan dari kehidupan manusia. Selain menjadi tempat ibadah yang suci, bangunan ini menjadi saksi sejarah dari Kota Magelang tersendiri.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang, masyarakat dan pencinta sejarah di Kota Magelang. Diharapkan dapat mengenalkan Magelang secara orisinil dari segi budaya dan sejarahnya. “Diharapkan menjadi agenda rutin dan kita mencari rute-rute baru,” ujarnya. (mg6/mg5/rfk/ton)

Baca juga:  Mahasiswa Segel Kantor DPRD Kota Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya