Kepanasan, Patung Retak, Kedinginan Jadi Lemes

Patung Tari Kuntulan di Craft Expo & Festival Getuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Alun-Alun Kota Magelang gelar Craft Expo & Festival Getuk selama tiga hari (5-7/8). Salah satu yang menarik dari festival ini adalah patung tari kuntulan yang terbuat dari getuk terpampang di tengah alun-alun.

Andri Topo, pembuat patung tari kuntulan menjelaskan ikon tari ini layak menjadi maskot Kota Magelang. Karena apabila melihat sebuah karya seni, Kota Magelang dan kabupaten merupakan satu kesatuan.

Tari kuntulan berawal dari seni bela diri pencak silat kuntao yang menyiapkan pendekar-pendekar perempuan untuk melindungi istri Pangeran Diponegoro. Mereka berlatih sambil bertani di sawah (diperkirakan di daerah kampung Gebalan dan sekitarnya).

Salah satu andalannya adalah jurus kuntul. Ketika proses latihan diketahui oleh Belanda, mereka mengelabuinya dengan menarikan tarian burung kuntul yang sampai sekarang disebut tari kuntulan.

Baca juga:  Targetkan Sertifikat 85 Bidang Tanah Pemkot

Pengerjaan patung ini memerlukan waktu tiga hari. Hari pertama membuat kerangka patung, selanjutnya mengecek bodi, dan hari ketiga memasang getuk ke patung.

“Membuat patung banyak mengalami kendala. Apabila kepanasan patungnya retak dan saat dingin, lemas,” jelasnya pada wartawan koran ini, Jumat (5/8). Pameran diikuti oleh para pelaku usaha baik makanan maupun kerajinan. Mereka mendirikan stan tenda-tenda mengitari alun-alun kota. (mg5/mg6/rfk/put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya