alexametrics

Perkara Ringan Diselesaikan di Rumah Restorative Justice

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang resmi memiliki Rumah Restorative Justice (RJ) yang berada di Aula Kecamatan Magelang Tengah. Peresmian rumah restorative justice diharapkan dapat menjadi penyelesaian beberapa perkara pelanggaran hukum (pidana umum ringan) yang dapat dilakukan tanpa harus sampai ke pengadilan.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Magelang Arfan Triono mengatakan, Rumah RJ menjadi tempat untuk melakukan musyawarah mufakat. Utamanya mencari perdamaian antara tersangka dengan korban. Sehingga ketika ada masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Dengan mengundang berbagai saksi. Seperti, pelaku, korban, keluarga korban, serta tokoh masyarakat di tempat kejadian. Untuk mencari solusi, apakah perkara ini perlu untuk naik ke persidangan atau tidak,” jelasnya kepada wartawan koran ini Rabu (3/8).

Baca juga:  Cegah Bullying, Sentra Antasena Magelang Ajak Masyarakat Jaga Masa Depan Anak

Rumah RJ mengutamakan kepentingan korban dalam setiap perkara. ”Jadi, apabila korban sudah memaafkan, kerugiannya sudah dikembalikan saya kira kepentingan korban sudah terpenuhi. Selain itu, masyarakat setempat juga bisa menerima, maka proses RJ ini dapat dilakukan,” imbuhnya.

Namun, ia mengaku tidak setiap perkara kejahatan bisa diselesaikan melalui restorative justice. Tentunya dengan batasan syarat tertentu, yaitu tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana dengan ancaman pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun, nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari dari Rp2.500.000, serta korban sepakat untuk memaafkan perbuatan tersangka. “Jadi perselisihan rumah tangga, perkelahian kecil, rebutan warisan, sebaiknya bisa diatasi sesuai mekanisme lewat mediasi RJ ini,” jelasnya.

Baca juga:  Bonus Atlet Prestasi Cair Rp 250 Juta

Selain penyelesaian tindak pidana umum, ke depannya rumah ini juga bisa digunakan untuk menyelesaikan perkara perdata atau sengketa tanah. Bisa juga digunakan untuk penyuluhan hukum oleh bidang Intel. “Rumah ini bisa menjadi pilihan untuk masyarakat dan kita dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat,” ujarnya. (rfk/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya